Cara Jitu Dalam Bekerjasama Dengan Anak-Anak

Posted: 19 May 2010 in Family
Tags: , ,
main_img

Banyak orangtua masa lalu tak punya kecakapan dalam mengasuh anak-anak mereka, sehingga mereka sering menerapkan pola pengasuhan dengan disiplin yang tidak enak dan keras. Hal ini terus berulang dari generasi ke generasi.

Begitu disiplin dipahami secara tepat, maka tak perlu ada rasa sakit, malu, atau takut. Sejak jaman dulu sebenarnya ada orangtua yang secara intuitif tahu sekaligus telah menerapkan prinsip disiplin yang benar, namun nyaris tak pernah diungkapkan secara baik sehingga nyaris tak pernah diketahui serta dipelajari.

Ada tiga cara jitu untuk menghasilkan kerjasama antara Anda dengan anak-anak Anda yang perlu diterapkan dalam kehidupan keluarga Anda agar ada hasil yang baik yang bisa dicapai agar pengasuhan Anda juga pada tempatnya. Ketiga kerjasama itu adalah :

Pencegahan

Makanlah sampai kenyang sebelum bepergian. Berhentilah mengendara secara teratur untuk menyantap makanan ringan. Hindari makanan yang berwarna-warni atau yang mengandung kadar gula tinggi, sekali-sekali boleh. Umumnya anak-anak jadi bersikap terlalu aktif sehingga sulit diatur setelah mereka mengkonsumsi gula dalam jumlah banyak.

Tentukan waktu untuk setiap hal yang ingin Anda lakukan dan yang ingin keluarga lakukan. Bila Anda mengasuh anak-anak yang baru belajar berjalan, amatlah penting untuk menyederhanakan hidup Anda karena melakukan hal-hal sederhana saja bisa membutuhkan waktu lama. Jadi bersikaplah santai dan nikmati saja semua itu.

Saat bersiap berangkat sekolah, katakan kepada anak-anak untuk berpakaian lebih dahulu baru sarapan, sehingga mereka tidak sarapan tanpa berpakaian ataupun terburu-buru berpakaian (Supaya mereka mau menyantap sarapan, malam harinya sebelum tidur, beri mereka minuman teh yang tidak kental sehingga mereka bangun dengan perut kelaparan.)

Lakukan pekerjaan rumah sehari-hari dengan riang gembira, apalagi diiringi musik yang ringan serta riang. Jadilah orang biasa yang bergembira, tak perlu memaksakan kesempurnaan. Anda hanya punya waktu penuh bersama anak-anak Anda sampai umur lima tahun, setelah itu Anda hanya punya waktu separuhnya sampai mereka berumur 10 tahun atau lebih.

Anak kecil yang sulit diatur biasanya hanya membutuhkan ruang gerak yang lebih leluasa. Tempat bermain yang luas serta berpasir, tempat bermain air, ruang untuk berlarian serta memanjat, semua itu sangat membantu anak dan membuat perubahan perilaku mereka. Anak yang kelelahan karena puas mengeluarkan energinya adalah anak yang penurut.

Pengalihan

“Kau akan Ibu belikan keripik kentang di toko itu asalkan kau mau menurut dan masuk ke mobil sekarang.” Adalah salah satu cara untuk mengalihkan anak dan agar dia mau menurut. Yang justru sering menjadi masalah adalah rasa bosan. Sering kali anak-anak disebut ‘nakal’ hanya karena mereka tidak tahu bagaimana harus bersikap benar untuk melakukan sesuatu. Bersiaplah untuk ‘mengajari’ dan bukan ‘menyerang’ ketika anak-anak melakukan sesuatu secara tidak benar.

Misalnya saja, seorang anak mengambil banyak makanan sekaligus, hal yang baik untuk dikatakan adalah “Tunggu dulu, kamu belum tanya apakah masih ada yang mau makanan itu. Begini saja, kamu ambil sepotong dulu dan makan itu dulu. Nanti, kalau kamu mau lagi, tanya dulu kepada yang lain apakah mereka masih mau.”

Konfrontasi

Bila semua cara di atas sudah Anda coba tapi anak Anda tetap tak mau menurut, itu berarti anak Anda ingin melakukan konfrontasi. Kadang kala anak-anak senang berkonflik karena ada kebutuhan dalam diri mereka untuk merasakan batas-batas aman sekaligus tegas. Kadang kala juga disebabkan oleh ketidakmampuan mereka untuk mengatasi masalah seperti mau berbagi, bersikap sabar menunggu, ataupun tidak main pukul.

Apapun masalahnya, ajarkan mereka untuk berdiri diam dan berpikir. Beri pengertian kepada mereka. Maka, akan ada kerjasama yang luar biasa yang akan berlangsung antara hubungan Anda dengan anak-anak Anda.

Comments are closed.