Berusaha Keras

Posted: 24 May 2010 in Renungan/Devotion
Tags:
Ulangan 20:3-4
“Dengarlah, hai orang Israel! Kamu sekarang menghadapi pertempuran melawan musuhmu; janganlah lemah hatimu, janganlah takut, janganlah gentar dan janganlah gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai kamu untuk berperang bagimu melawan musuhmu, dengan maksud memberikan kemenangan kepadamu.”

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 144; Yohanes 4; 2 Samuel 15-16

Tantangan selalu ada di dalam kehidupan manusia. Ia menghampiri kita tanpa mengenal siapakah kita. Bagi orang yang mempunyai daya juang rendah, mendapat tantangan adalah sebuah musibah. Namun, sebaliknya orang yang berdaya juang tinggi, tantangan yang datang kepadanya adalah cara untuk memperbesar kapasitas diri dalam dirinya.

Thomas Alva Edison adalah seorang yang mengerti akan hal ini. Sebelum dikenal sebagai ilmuwan dengan seribu penemuan, Thomas harus mengalami banyak sekali kegagalan. Terdengar hiperbola? Anda boleh berpendapat begitu, tetapi itulah kenyataannya. Setiap penemuan yang ia hasilkan, selalu disertai dengan datangnya tantangan-tantangan di dalam hidupnya. Akan tetapi, Thomas juga selalu dapat melewati tantangan-tantangan tersebut; bukan karena dia begitu pintar, tetapi karena ia berani menghadapinya. Ia berusaha keras untuk keluar dari semua rintangan itu dan akhirnya berhasil.

Apa yang menjadi kesulitan atau tantangan Anda hari-hari ini baik di dalam pekerjaan, studi ataupun kehidupan berkeluarga Anda? Adakah Anda menjadi tawar hati karenanya? Apakah hal itu membuat Anda tidak percaya kepada Allah? Jika iya, Anda harus mendengar hal ini: Allah telah berjanji kepada umat-Nya bahwa Dia akan berperang di depan kita dan memberi kemenangan. Janji ini bukan janji palsu, janji ini adalah benar adanya. Hanya saja untuk melihatnya, kita harus berusaha keras melewati setiap tantangan hidup yang ada. Ini bukanlah untuk menyusahkan kita atau karena Dia tidak mengasihi kita; justru ini Dia lakukan karena Dia sangat mengasihi kita. Allah tahu hanya melalui ujian dan tantanganlah, kita dapat menjadi segambar dan serupa dengan diri-Nya.

Menyerah pada masalah dan persoalan hidup sama dengan menutup pintu bagi Allah untuk menunjukkan kuasa-Nya ke dalam kehidupan kita.

Comments are closed.