Anak Anjing Pincang

Posted: 26 May 2010 in Spiritual Life
Tags: , ,
detail_img

Seorang pemilik toko hewan peliharaan memasang sebuah tanda di depan pintu tokonya yang berbunyi “Dijual Anak Anjing.” Tanda ini merupakan cara untuk menarik perhatian anak-anak. Segera seorang anak kecil mendekati tanda itu dan bertanya, “Berapa harga anak anjing yang Anda jual itu?” Pemilik toko itu menjawab, “Harganya berkisar antara $ 30 – $ 50.” Anak kecil kemudian merogoh sakunya dan mengeluarkan beberapa uang receh. “Aku punya $ 2,37, dapatkah saya melihat mereka?” Pemilik toko tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

Dari dalam kandang, keluar seekor anjing pemilik toko itu yang bernama Lady, anjing itu berjalan menyusuri lorong toko diikuti oleh lima ekor anak anjing kecil. Satu ekor anak anjing tertinggal jauh di belakang. Segera anak kecil itu mengambil anak anjing yang tertinggal itu, anak anjing yang pincang kakinya. Lalu dia bertanya, “Apa yang terjadi dengan anjing kecil ini?”

Pemilik toko menjelaskan bahwa ketika anak anjing itu lahir, dokter hewan mengatakan bahwa anak anjing ini memiliki kelainan di pinggulnya dan akan pincang seumur hidupnya. Anak lelaki itu tampak gembira dan berkata, “Bolehkah anak anjing ini saya beli?” Orang itu menjawab, “Tidak, kamu pasti ¬†tidak ingin membeli anjing kecil itu. Jika kamu benar-benar menginginkannya, aku akan memberinya kepadamu.”

Tetapi anak kecil marah. Sambil menatap langsung ke mata pemilik toko itu, dia berkata “Saya tidak ingin Anda memberinya padaku. Anak anjing ini sama nilainya dengan anjing-anjing yang lain dan saya akan membayarnya dengan harga penuh. Bahkan saya akan memberikan kepada Anda $ 2,37 sekarang dan 50 sen setiap bulan sampai saya lunas membayarnya.” Tetapi pemilik toko itu menjawab, “Kamu benar-benar tidak perlu membeli anak anjing ini karena dia tidak pernah akan bisa berlari, melompat dan bermain seperti anak anjing yang lainnya.”

Kemudian anak kecil itu mengulurkan tangan dan menggulung celana panjangnya untuk memperlihatkan kaki kirinya yang bengkok parah, lumpuh dan didukung oleh sebuah penjepit logam besar. Dia menatap pria itu dan berkata, “Yah, saya juga tidak bisa berlari dengan baik dan anak anjing kecil itu akan membutuhkan seseorang yang dapat mengerti keadaannya.”

Menyadari hal tersebut, pemilik toko itu menangis. Sesaat kemudian dia tersenyum dan berkata, “Nak, aku berharap dan berdoa bahwa setiap anak anjing akan memiliki pemilik seperti Anda.”

Seburuk apapun keadaan Anda, Tuhan melihat Anda sangat berharga. Dia bahkan rela mati di kayu salib untuk membayar Anda dengan harga yang lunas.

Sumber : motivateus.com

Comments are closed.