Bob Sadino Belajar Hidup Dari Ayam

Posted: 31 May 2010 in Finance
Tags:
main_img

Bob Sadino, pengusaha ini dikenal nyentrik karena pakaian khasnya yaitu baju kemeja lengan pendek dan celana pendek. Pria yang sukses berwirausaha bidang agrobisnis dan supermarket ini memang dilahirkan dari keluarga berkecukupan. Namun keberhasilannya bukan dari hasil kekayaan orangtuanya tersebut.

Bob adalah anak dari Sadino, pria asal Solo yang berprofesi sebagai guru yang meninggal dunia saat Bob berusia 19 tahun. Dengan peninggalan orangtuanya, Bob muda pergi berpetualang ke daratan eropa. Dia sempat menetap di Belanda selama 9 tahun dan bekerja di Djakarta Lylod di kota Amsterdam dan juga sempat ke Hamburg, Jerman.

Di Belanda inilah Bob menemukan pasangan hidupnya, Soelami Soejoed .  Namun pada tahun 1967 Bob membawa keluarganya kembali ke tanah kelahirannya, Indonesia.  Dari daratan Eropa, Bob Sadino membawa 2 mobil Mercedes kesayangannya sebagai modal. Satu mobil di jualnya dan dia beli tanah di daerah Kemang, Jakarta Selatan sedangkan satu mobil lagi disewakan dengan dirinya sendiri sebagai sopir.  Namun hidupnya hancur ketika mobilnya itu kecelakaan dan rusak berat. Ia tidak sanggup memperbaikinya dan terpaksa jadi kuli bangunan dengan upah Rp. 100.- perhari.

Bob sempat depresi, namun seorang teman muncul dengan sebuah ide untuk berwirausaha beternak ayam. Dari kesehariannya bersama ayam yang ia ternakkan, Bob mendapat ilham. Jika ayam saja bisa berjuang untuk hidup, pasti manusia juga bisa.

Saat itu telur ayam negeri belum begitu popular di kalangan orang Indonesia. Alhasil, Bob pun memasarkan telurnya di kalangan ekspatriat di daerah Kemang. Tak jarang dia dan istrinya kena damprat dari para pembantu para ekspatriat tersebut. Namun hal tersebut tidak menghentikannya, malah semakin menyemangatinya untuk memberikan pelayanan yang lebih baik.

Proses kehidupannya membentuk Bob Sadino memiliki hati yang mau melayani. Tampil sederhana adalah salah satu ciri khas yang melekat pada pria pemilik Kem Chicks ini. Dari bisnis telur, lalu swalayan,kemudian menuju agrobisnis, Bob menyatakan akan terus berbisnis dalam bidang makanan karena bisnis satu ini tidak ada habis-habisnya.

Source : Berbagai sumber

Comments are closed.