Kiat Menjadi Pengusaha yang Berani Ambil Risiko

Posted: 3 June 2010 in Finance
Tags: ,
main_img

Dalam bisnis yang semakin keras persaingannya ini, setiap para pengusaha diharuskan memiliki sikap berani mengambil resiko. Bila Anda tidak melakukannya maka dipastikan usaha yang Anda sedang bangun akan runtuh dalam hitungan bulan saja.

Dengan mempunyai sikap berani mengambil resiko, tidak hanya mental Anda yang akan dibentuk, pikiran Anda pun akan berubah menjadi semakin tajam. Anda akan menemukan banyak hal kreatif yang tidak akan Anda pikirkan sebelumnya. Oleh karenanya, kali ini penulis mengangkat artikel dengan judul kiat menjadi pengusaha yang berani ambil resiko.

Kiat-kiat yang ditulis ini merupakan buah pemikiran dari Renee Martin yang dicatatnya dalam buku ‘The Risk Takers: 16 Women and Men Share Their Entrepreneurial Strategies for Success’.

1. Pergilah berburu pasar yang khusus. Identifikasikan dan penuhi kebutuhan pasar yang niche (khusus) yang tidak dijamah para kompetitor. Ciptakanlah kemampuan unggul perusahaan Anda. Perusahaan besar tak bisa menawarkan segalanya kepada semua orang. Biasanya, ceruk pasar yang kecil bukanlah target mereka. Ambillah ceruk-ceruk yang terlewatkan tersebut.

2. Cari tren baru dan masuklah. Dunia berputar sangat cepat dan perubahan-perubahan hidup manusia juga mengikutinya. Oleh karenanya, carilah kebutuhan dan keinginan konsumen yang timbul karena berubahnya tren kultural, ekonomi, atau teknologi. Tangkaplah hal tersebut sebagai sinyal kesempatan membuat pasar baru. Jangan tunggu lama-lama, bertindaklah segera !

3. Mulai ! Tidak ada kesuksesan, tanpa sebuah langkah awal. Mungkin kedua langkah diatas telah Anda lakukan, tetapi jika Anda tidak memulai bisnis Anda maka semuanya itu sia-sia.  Mulailah bergerak. Siapkan target jangka pendek dan tenggat waktu yang bisa membantu Anda semakin dekat dengan pembukaan bisnis Anda.

4. Singkirkan nasihat konvensional. Jangan dengarkan omongan orang yang mengatakan, “kamu tak akan berhasil,” atau, “kamu tidak takut rugi melakukan itu” Sesekali melenceng sedikit dari formula dan cara baku yang ada di teks referensi bisnis adalah tindakan yang wajar.

5. Eksploitasi kelemahan kompetitor Anda dan buat hal tersebut menjadi kekuatan Anda. Disinilah para sales Anda memegang peranan. Mereka adalah orang-orang yang mendengar langsung kebutuhan dan komplain dari pelanggan prospektif perusahaan. Karenanya, terimalah setiap masukkan yang diajukan para sales Anda. Hal ini akan membantu mengidentifikasi kelemahan dan kekurangan kompetitor. Setelah itu, tugas Anda lah memastikan perusahaan Anda dapat menjawab kelemahan dan kekurangan pesaing Anda.

6. Mengisi ceruk. Pelayanan adalah hal yang cukup penting dalam sebuah perusahaan. Perusahaan Anda akan memiliki banyak pelanggan atau konsumen apabila perusahaan Anda memberikan servis terbaik kepada mereka. Dengan memberikan kepuasan kepada pelanggan atau konsumen maka Anda sedang menunjukkan kepada mereka bahwa perusahaan Anda adalah solusi bagi kebutuhan mereka yang belum terpenuhi oleh perusahaan manapun.

7. Simpan uang dan pastikan Anda mendapat eksposur tanpa terlalu banyak mengeluarkan uang. Bagaimana mungkin Anda bisa menjual barang atau jasa jika tak ada seorang pun yang mengenal produk Anda? Promosi tentu adalah jawaban untuk pertanyaan ini. Anda tidak harus menggunakan iklan untuk membuat orang-orang sadar dan mau menggunakan barang atau jasa Anda. Cara kehumasan (Public Relations) sepertinya lebih tepat untuk mengurangi anggaran perusahaan Anda. PR adalah cara bagaimana membangun citra suatu lembaga atau seseorang dari sudut pandang yang berbeda, menjual tapi tidak sekeras iklan. Cobalah cari cara dan informasi lebih lanjut mengenai hal ini.

8. Percayakan insting. Intuisi adalah aset yang paling berharga untuk menghadapi pasar persaingan, tentunya selain penghitungan yang matang. Saat tekanan sedang meninggi dan bencana mengancam, dan semua orang menyarankan agar Anda bermain aman, amat penting untuk mempercayakan insting Anda untuk mulai bergerak. Bangunlah dan pelajari bagaimana menggunakan kekuatan intuitif Anda.

9. Jangan biarkan kesulitan atau kegagalan mematahkan semangat. Jangan biarkan keterbatasan orang lain atau keadaan sekitar membawa Anda akhirnya ke tempat yang tak Anda inginkan. Sebagai pengusaha, Anda pasti sudah pernah mengalami momen-momen penuh tekanan. Lawanlah kondisi yang melemahkan percaya diri Anda dengan ketekunan dan ketahanan. Yakinlah dengan ide bisnis Anda dan pegang komitmen untuk melihat usaha Anda maju.

10. Jangan berhenti berinovasi. Puas dengan sebuah keberhasilan adalah lonceng kematian bagi Anda dan perusahaan Anda. Jangan biarkan sikap tersebut tinggal di dalam diri Anda.  Carilah terus cara untuk memperkenalkan produk baru dan bentuk servis yang terbaik untuk pelanggan Anda. Jangan lupa lirik pasar lain yang bisa Anda kembangkan untuk usaha baru Anda. Dengan begini, Anda akan terus menjadi produktif dan jumlah orang yang Anda gaet menjadi pelanggan Anda semakin besar.

Source : Kompas Female

Comments are closed.