Pintu Bagi Allah

Posted: 15 June 2010 in Renungan/Devotion
Tags: ,

Rut 4:14
“Sebab itu perempuan-perempuan berkata kepada Naomi, “Terpujilah Tuhan, yang telah rela menolong engkau pada hari ini dengan seorang penebus”

Bacaan Alkitab Setahun: Amsal 16; Galatia 5; 2 Tawarikh 1-3

Tahukah Anda apa arti nama Naomi? Jika Anda belum mengetahuinya, izinkan saya memberitahukannya kepada Anda. Naomi artinya kegembiraan saya. Namun, Alkitab justru mengisahkan hal berbeda dari kehidupan orang yang bernama Naomi.

Mertua dari Rut itu merupakan orang yang mudah terbawa situasi dan kondisi sekitar. Ketika suami dan anak-anaknya meninggal, Naomi menyimpulkan, “Tangan Tuhan teracung terhadap aku!” (Rut 1:13). Ketika orang-orang menyapanya, ia berkata, “Janganlah sebutkan aku Naomi; sebutkanlah aku Mara, sebab yang Mahakuasa telah melakukan banyak yang pahit kepadaku” (ayat 20).

Naomi tidak menilai keadaannya berdasarkan identitasnya sebagai pengikut dari satu-satunya Allah yang sejati dan yang telah menyatakan kasih yang tak kunjung padam kepada bangsa-bangsa-Nya. Ia justru melakukan hal yang cenderung dilakukan oleh sebagian besar dari kita: Ia menilai Allah berdasarkan keadaan yang ia alami. Dan ia salah menilai. Tangan Tuhan tidak teracung kepadanya. Kenyataannya, Naomi justru mendapat harta Allah yang belum pernah ia temukan. Meskipun Naomi kehilangan suami dan kedua putranya, ia diberi sesuatu yang sama sekali tidak diduganya – seorang menantu perempuan yang setia dan seorang cucu yang akan menurunkan Juru Selamat.

Dari kisah dan pengalaman Naomi diatas, kita dapat melihat bahwa kadang-kadang hal buruk yang menimpa kita dapat membuka pintu bagi Allah untuk memberikan hal yang terbaik dalam hidup kita.

Maksud Allah bagi peristiwa yang terjadi pada hari ini mungkin tidak akan nampak sebelum esok hari tiba.

Comments are closed.