Cara Nego Gaji Agar Anda Senang Bos Pun Girang

Posted: 16 June 2010 in Finance
Tags: ,
main_img

Cara menegosiasikan kenaikan gaji, jarang diajarkan secara formal. Bahkan buku yang mengulas hal ini secara khusus pun jarang di temui. Pada hal siapa sih yang tidak ingin menikmati kenaikan gaji? Hampir semua orang yang bekerja sebagai karyawan pasti senang mendapatkannya. Tapi jika tidak tahu caranya, bisa-bisa bukan naik gaji yang di dapat tapi malah terdepak.

Menegosiasikan gaji haruslah dengan pendekatan yang konstruktif, apa lagi jika posisi Anda tidak cukup kuat untuk membuat sebuah ancaman. Dengan pendekatan positif, Anda pun membangun brand image bahwa Anda adalah orang yang dewasa dan matang secara emosional.

Tidak ada cara standar dalam meminta kenaikan gaji. Hal ini bukanlah sesuatu yang bisa Anda latih sedemikian rupa, karena Anda harus bisa beradaptasi dengan situasi dan kondisi.

Mengetahui gaji rata-rata jabatan Anda saat ini di pasaran bisa menjadi pertimbangan baik bagi Anda sendiri maupun majikan atau bos Anda. Hindari argumentasi yang berpusat pada emosi atau pendapat pribadi Anda.

Anda harus mengetahui perbedaan nilai peran yang Anda lakukan dan nilai anda sebagai individu. Keduanya tidak sama. Sekalipun Anda memaksa sekeras apapun jika atasan Anda hanya menilai Anda sebatas peran Anda, maka Anda akan kecewa. Namun nilai Anda sebagai individu, tidaklah dibatasi. Anda bisa meningkatkan nilai Anda sebagai individu, tetapi jika posisi Anda tidak memungkinkan maka tingkat penerimaan Anda tidak dibatasi. Sebagai contoh, seorang sarjana yang bekerja sebagai tukang sapu. Gaji yang pantas diterimanya gaji standar seorang sarjana atau tukang sapu? Tentu tukang sapu bukan.

Selanjutnya, sebelum Anda meminta kenaikan gaji Anda harus bisa memperlihatkan kontribusi apa saja yang telah Anda buat bagi perusahaan. Bagaimana kinerja Anda? Apakah anda juga bersedia menerima tanggung jawab diluar pekerjaan utama Anda? Hal ini bisa menjadi pertimbangan bagi pemimpin Anda untuk memberikan kenaikan gaji.

Identifikasikan peluang tambahan, bukan hanya yang menguntungkan Anda tapi juga menguntungkan perusahaan. Mungkin Anda bisa menawarkan bahwa Anda akan menerima tanggung jawab tambahan dengan senang hati jika di depan nanti Anda mendapatkan kenaikan gaji.

Hal terakhir yang bisa Anda lakukan, namun sangat tidak disarankan adalah mempertimbakan kembali posisi Anda saat ini. Dalam bahasa kasarnya, Anda mengancam untuk mengundurkan diri. Jika Anda tidak memiliki persiapan pekerjaan di tempat lain atau rencana yang lain hal ini sangat berbahaya. Jika posisi Anda sangat dibutuhkan atau perusahaan Anda sangat sulit mencari orang lain yang dapat menggantikan Anda serta Anda sangat percaya diri, silahkan lakukan. Tapi ingat, bahwa ini adalah jurus terakhir Anda.

Source : Business Ball

Comments are closed.