Bijak Menggunakan Waktu Anda

Posted: 23 June 2010 in Finance
Tags: ,
main_img

Jika Anda ditanya, “Bagaimana Anda mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup Anda?” Maka jawabannya ada banyak hal. Namun sebenarnya, jawabannya sederhana, yaitu dengan menukarkan waktu Anda untuk uang. Apapun pekerjaan Anda, Anda memberikan waktu Anda untuk bekerja sehingga mendapatkan imbalan uang.

Bagaimana Anda menggunakan waktu Anda akan menentukan seberapa banyak uang yang Anda terima. Bekerja adalah bagian dari kehidupan, dan adalah sesuatu yang wajar – asalkan jangan gila kerja sehingga mengabaikan orang-orang yang dikasihinya.

Namun banyak orang seringkali begitu mengejar karir demi mendapatkan penghasilan yang lebih besar hingga melupakan atau mengabaikan berbagai hal dalam hidupnya. Keluarga, sahabat, teman, bahkan Tuhan diabaikannya. Waktunya dihabiskan hanya untuk bekerja, bekarja dan bekerja.

Tahukah Anda apa yang Alkitab tuliskan tentang seorang yang menghabiskan waktunya hanya untuk bekerja dan mengejar uang? Dalam sebuah perumpamaan tentang orang kaya yang ingin membangun lumbungnya lebih besar lagi, dan menimbun kekayaan, Tuhan Yesus menyatakan seperti ini:

“tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?”

Dalam keberhasilan Anda meniti karir ada hal penting yang harus diperhatikan, yaitu menyeimbangkan penggunaan waktu Anda untuk membangun hubungan dengan Tuhan dan juga sesama manusia.

Modal terbesar yang Tuhan berikan kepada semua manusia, baik mereka yang percaya kepada-Nya maupun tidak adalah waktu selama 24 jam sehari. Semua orang mendapatkan jatah yang sama, tidak ada yang mendapat kurang ataupun lebih. Cara Anda menggunakannya, menentukan bagaimana Anda akan menikmati kehidupan ini.
Sebuah peringatan Tuhan Yesus berikan dalam menggunakan waktu dan kekayaan, “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.” (Lukas 12:15).

Comments are closed.