Yesus Singel, Anda Juga? Belajar Kepada-Nya Yuk..

Posted: 25 June 2010 in Spiritual Life
Tags: , , , ,
main_img

Selama hidupnya di bumi ini, Yesus menjalaninya sebagai seorang pria single. Oleh karenanya, Dia juga mengerti setiap aspek hidup Anda sebagai seorang singel. Dalam masa mudanya hingga di usianya yang ketigapuluh tahun, Yesus menjalaninya dengan mengurus keluarganya. Pertanyaannya, apakah Anda juga melakukan hal ini?

Yesus sebagai anak pertama dalam keluarga jasmaninya, Dia mengerti akan tanggung jawabnya untuk mengurus keluarganya. Seperti kita tahu, pada jaman dulu menikah di usia muda adalah hal yang normal. Namun Yesus tidak pernah menikah. Di dalam Alkitab hanya menuliskan kisahnya ketika Ia berusia 12 tahun, dimana Yesus tumbuh menjadi remaja yang cerdas, namun setelah itu tidak pernah disinggung apa yang Yesus lakukan sebelum Ia memulai pelayanan-Nya.

Sudah tentu Yusuf, ayahnya mengajarkan Yesus tentang ilmu sebagai tukang kayu yang menjadi profesinya. Bisa Anda bayangkan bagaimana Yesus menjadi seorang tukang kayu yang ahli dan meneruskan usaha Yusuf untuk memenuhi kebutuhan keluarganya sebelum diri-Nya terjun untuk melayani umat Israel? Tentu Yesus adalah seorang tukang kayu yang handal. Dia membuat berbagai perkakas kayu, pintu atau jendela, dan menghasilkan uang untuk keluarganya.

Bagaimana kita bisa yakin Yesus melakukan hal tersebut? Kita bisa lihat dari komentar tetangga-tetangganya ketika Yesus datang ke kotanya untuk mengajar dan melakukan mukjisat.

“Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya? Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?” (Markus 6:2-3).

Sekalipun Yesus tahu bahwa Ia tidak akan menjadi tukang kayu untuk selamanya, Dia masih mau belajar tentang pertukangan dan memenuhi kewajibannya pada keluarganya hingga Tuhan memanggilnya untuk panggilan-Nya yang sebenarnya.

Sama seperti Yesus, Tuhan menempatkan Anda dalam sebuah keluarga bukan karena itu keinginan Anda, namun karena itu adalah keinginan Tuhan, dan menjalani tanggung jawab Anda termasuk dalam rencana-Nya yang besar bagi hidup Anda. Masa single Anda adalah waktu dimana Anda memiliki keleluasaan untuk menjadi pribadi yang dapat diandalkan dalam keluarga dan juga pelayanan.

Begitu Yesus mulai pelayanan-Nya di depan umum, kita lihat bahwa perannya telah berubah. Dari seorang saudara, kakak, dan anak sulung menjadi seorang Juru selamat. Namun tahukah apa yang luar biasa dari Yesus? Ketika Ia berada di atas kayu salib, dibawah sana ada Maria ibunya yang telah menjanda karena Yusuf telah meninggal dunia, dan juga bersamanya ada Yohanes murid-Nya dan Maria Magdalena. Sebelum Yesus menghembuskan nafasnya yang terakhir, diri-Nya masih mengingat tanggung jawab-Nya kepada ibu-Nya. Yesus meminta Yohanes untuk menjaga dan memelihara ibunya. Dia masih tetap mengingat ibunya, ketika tidak seorangpun memperdulikan Maria.

Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: “Ibu, inilah, anakmu!” Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Inilah ibumu!” Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya. (Yohanes 19:26-27)

Teladan yang Yesus berikan ini menunjukkan bahwa diri-Nya menempatkan keluarga dalam prioritas kehidupannya. Hal ini mungkin sesuatu yang tidak menyenangkan bagi kita yang masih muda dan single. Namun pengorbanan Anda bagi keluarga Anda akan sangat berarti, dan Tuhan memperhitungkan hal tesebut. Sekarang, mari tanyakan kepada diri Anda sendiri dan juga Tuhan, peran apa yang Tuhan mau agar Anda ambil dalam keluarga Anda? Tanggung jawab apa yang Anda harus penuhi kepada keluarga Anda? Setelah itu, berdoalah agar Tuhan memampukan Anda untuk melakukan tanggung jawab tersebut dan berusahalah sebaik mungkin sebab itulah yang Tuhan perintahkan seperti ada tertulis dalam Keluaran 20:12, “Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.”

Source : Cross Walk

Comments are closed.