Rick Warren Perbaharui Janji Pernikahan Dengan Istri

Posted: 5 July 2010 in Christian News
Tags: , ,
detail_img

Pendeta Rick Warren dan istrinya, Kay, bersama dengan puluhan pasangan lain memperbaharui janji pernikahan mereka di hadapan jemaat gereja Saddleback pada hari minggu (27/6) lalu.

“Kita hidup di dunia yang rusak dan karena tidak satupun dari kita yang sempurna, tidak ada juga pernikahan yang sempurna,” kata Warren. “Setiap pernikahan rusak. Anda tidak dapat mengambil dua orang yang tidak sempurna dan membuat sebuah pernikahan yang sempurna.”

Warren baru saja merayakan ulang tahun pernikahannya yang ke-35. Pernikahan-Nya dengan istrinya, Kay, tidak selalu berjalan mulus. Buku biografi Prophet of Purpose: The Life of Rick Warren yang ditulis oleh Jeffery L. Sheler, mengungkapkan bahwa pasangan ini kerap kali mengalami kesalahpahaman dan masalah perkawinan lainnya pada awal pernikahan mereka bahkan harus diselesaikan melalui lembaga konseling gereja.

“Setiap pernikahan pasti melewati perairan kasar,” kata Warren. Siapa pun yang mengatakan mereka memiliki pernikahan yang sempurna, tambahnya, adalah bohong. “Sangat penting bagi Anda untuk secara berkala memperbaharui komitmen Anda dan ingat janji Anda yang pernah Anda lakukan bertahun-tahun atau berpuluh-puluh tahun yang lalu.”

Tidak seperti kebaktian pada hari minggu sebelumnya, hari itu gereja Saddleback didekorasi layaknya tempat acara berlangsungnya sebuah pernikahan. Warren yang berada di atas panggung mimbar sempat membacakan sebuah ikrar pernikahan selama kurang lebih delapan menit. Dalam ikrarnya itu, ia menyatakan berterima kasih kepada Kay karena mempercayai dirinya setiap kali ia mengambil risiko dan berjanji untuk bersama-sama dengannya selama sisa hidup mereka.

Membalas apa yang disampaikan sang suami, Kay juga mengucapkan sepatah dua patah kata.  Ia mengatakan sangat berterima kasih atas dukungan dan cinta yang ditunjukkan oleh suaminya tersebut terutama saat ia sedang dirawat karena kanker payudara dan ia berjanji akan selalu setia kepadanya.

Sebelum acara ikrar pernikahan dimulai, Warren mengatakan di depan jemaatnya bahwa menjaga perkawinan yang sehat dan kuat terutama dalam masyarakat saat ini adalah sebuah hal sangat sulit.

“Secara harfiah, pernikahan dapat langgeng terjadi karena mereka berdua mengusahakannya. Tidak ada campur tangan masyarakat di dalamnya,” katanya. “Jika Anda berdua terus bersama itu karena Anda berdua menginginkannya.”

Menguraikan makna pernikahan, pendeta terkenal tersebut menjelaskan pernikahan seperti “laboratorium untuk belajar mencintai.”

“Tuhan menempatkan Anda di bumi untuk belajar dua hal: untuk mengenal dan mengasihi-Nya dan untuk mengenal dan mencintai orang lain,” katanya. “Jika Anda tidak tahu bagaimana mengasihi, Anda telah kehilangan tujuan utama hidup.”

Warren mengatakan bahwa yang membedakan apakah yang timbul di hati kita ketika melihat lawan jenis adalah cinta atau hanyalah sekedar ketertarikan adalah kerendahan hati. Jika seseorang benar-benar mencintai, maka ia akan dengan sangat rela mengorbankan segala sesuatunya demi keuntungan pasangannya.

“Itu tidak datang secara alami,” kata Warren. “Cinta adalah sebuah pilihan. Cinta adalah komitmen. Cinta bukanlah perasaan. Anda mencintai karena Anda memilih untuk mencintai dan jika Anda berhenti mencintai itu karena Anda memilih untuk berhenti mencintai.”

Mengutip suatu bagian Perjanjian Baru yang ia percaya adalah yang paling sering disalahgunakan dan disalahpahami dalam Alkitab, Warren mengatakan pernikahan bukanlah tentang dominasi atau kesetaraan.

Efesus 5 memanggil para suami untuk memberikan hidup mereka untuk istri mereka, bukan mendominasi mereka, jelasnya.

“Saya harus mengorbankan yang menurut saya paling berharga dalam hidup saya. Pemimpin memimpin dengan contoh, bukan dengan dominasi,” katanya. Tuhan Yesus, tambahnya, juga melakukan hal yang sama kepada gereja, yakni ketika Dia harus pergi ke kayu salib untuk menebus dosa-dosa kita agar kita dapat berhubungan erat kembali dengan Allah Bapa.

“Pernikahan bukan tentang bersaing satu sama lain, ini tentang saling melengkapi.”

Warren dan Kay memimpin puluhan pasangan lain dalam upacara “menikah kembali” pada akhir pekan lalu. Ia mengatakan gereja Saddleback sangatlah mendukung pernikahan dan ini dapat dibaca di salah satu tujuan gereja, yakni untuk menguatkan pernikahan.

Menurut Warren, gereja bisa menjadi kuat jika keluarga-keluarga kuat.

“Saya ragu ada gereja lain yang berinvestasi lebih banyak waktu, energi, dan uang dalam mendukung pernikahan dan keluarga. Kami menawarkan ratusan kelompok kecil khusus, program-program, seri audio dan buku, konseling pra-perkawinan, dan puluhan ribu jam pembinaan perkawinan setiap tahun. ”

Dengan disaksikan ribuan jemaat secara langsung dan ribuan orang lainnya yang melihat ibadah minggu hari itu secara online, Warren menegaskan bahwa, “Tujuan pertama Tuhan untuk hidup Anda bukanlah membuat Anda bahagia, melainkan untuk membuat Anda suci. Dan tujuan nomor satu pernikahan Anda bukanlah membuat Anda bahagia, melainkan untuk membuat Anda suci, untuk membuat Anda seperti Kristus. ”

“Jika Anda tetap tinggal bersama-sama dan terus mengusahakannya dan Anda menempatkan Kristus sebagai pusat pernikahan Anda dan membuat-Nya menjadi perekat yang memegang Anda bersama-sama.. Anda tidak hanya akan tumbuh lebih seperti Kristus, Anda akan mendapatkan sukacita yang tidak mungkin Anda dapatkan ketika Anda tidak memiliki Kristus di tengah-tengah pernikahan Anda.”

Source : christianpost

Comments are closed.