Archive for the ‘Berita Nasional’ Category

Tips Anti Tilang

Posted: 9 June 2010 in Berita Nasional
Tags: ,
Jika Anda dikejar mobil ini..apa yang Anda lakukan?

Sebagai bangsa pecinta damai, sudah bukan rahasia jika banyak pengguna jalan yang lebih memilih jalur ‘salaman’ jika ditilang. Tapi sesuai dengan semangat reformasi, warga Indonesia juga anti praktik KKN, menyebabkan banyak yang berusaha untuk tidak menyogok, meski tetap keberatan ditilang.

Cara yang diambil sebagai jalan tengah berbeda-beda. Berikut ini adalah tiga trik yang paling sering dicoba hingga terbukti keabsahannya. Dan trik-trik ini…TIDAK PERNAH GAGAL!

RAHASIA ANTI TILANG #1: Saya anak jendral!

Trik ni merupakan trik yang paling umum. Kadang dikombinasikan dengan pengakuan saudara atau penyelipan kartu nama pejabat kepolisian. Saat dihentikan, calon tilang memasang tampang percaya diri, dan berbicara dengan suara lantang, nada sok, penuh keyakinan.

Skenario

“Maaf bu, ibu melanggar pasal sekian karena sekian-sekian”

“YA SUDAH! YA SUDAH! KAU TILANGLAH AKU SEKARANG! AYO CEPAT! TILANG SAJA!”

“Err…maaf bu, memangnya ibu..siapa ya?”

“MACAM MANA PULA KAU TANYA-TANYA SIAPA AKU! KALAU KAU MAU TILANG, YA TILANGLAH SANA!”

“Maaf bu, ibu kenal siapa?

“MEMANGNYA KALAU AKU KENAL SIAPA-SIAPA KENAPA? HAH? MAU KAU TILANG LEBIH BESAR LAGI? HAH?”

“Engga bu, lain kali hati-hati ya…”

Mengapa tak pernah gagal…Dalam ilmu psikologi, taktik ini ini berpangkal pada reverse psychology, dimana seseorang melakukan persuasi guna mengarahkan lawan bicara melakukan hal yang justru tidak diinginkan. Menyuruh pak polisi untuk menilang dengan lantang akan memicu reaktan dalam diri Pak Polisi, yaitu respon negatif saat menanggapi sebuah persuasi, sehingga bertindak justru kebalikan persuasi yang diberikan (melepaskan dan tidak menilang).

Teori psikologi ini sebenarnya berasal dari abad kuno Indonesia, dan dikenal dalam bahasa lokal sebagai teori gertak sambal, dimana seseorang mengambil peran yang mengisyaratkan kekuatan yang lebih besar dari yang sebenarnya dimiliki. Semakin banyak grey area, lawan bicara semakin ragu akan kemampuan kita sepenuhnya dan biasanya tidak berani mengambil risiko….

Karena seringnya digunakan, diperlukan kehati-hatian dalam melaksanakan trik ini. JANGAN BERBOHONG adalah kunci sukses keberhasilan. Itu termasuk: jangan mengaku saudara jika bukan saudara dan jangan memberi nomor telpon yang tidak bisa dihubungi. Ingat, kegagalan dan gerak-gerik mencurigakan bisa berbuah tilang yang lebih berat!

RAHASIA ANTI TILANG #2: Saya lagi banyak masalah, Pak!

WASPADA! TRIK INI MEMBUTUHKAN LATIHAN AKTING! Tips ini sangat cocok bagi Anda para yang mempunyai kemampuan teaterikal. Begitu polisi menyetop, Anda harus segera mulai penjiwaan. Segera telengkupkan tangan, basahi mata dengan air mata buaya, dan tarik ulur ingus sehingga terdengar seperti menangis. Sepanjang interogasi, jaga kontak mata yang minim dengan Pak Polisi, gerakkan tangan menutup muka seperti sedang depresi.

Skenario

“Maaf bu, ibu melanggar pasal sekian karena sekian-sekian”

“Aduh, teserah deh, pak, bapak mau nilang saya apa gimana teserah dhe,”

“Memangnya ibu kenapa?”

“Aduh, ga usah nanya-nanya dhe, Pak, saya lagi banyak masalah nih!”

“Masalah ibu apa?”
“Pokoknya saya lagi banyak masalah! Makanya saya ga lihat tadi tuh lampu merah di depan, pikiran saya kusut! Jadi teserah deh kalau bapak mau nilang saya…” Diucapkan dengan nada frustasi dan diakhiri dengan suara lirih dan nada gantung.

“Duh, ada yang bisa saya bantu kalau lagi ada masalah?”

“Ga bisa! Bapak ga bisa bantu saya!” terkesan mau nangis, “Ga ada yang bisa bantu SAAYAA!” menangis histeris.

“Ya uda dhe kalau ibu lagi banyak masalah, lain kali hati-hati ya…”

Mengapa tak pernah gagal… Karena orang jahat selalu menang, dan ini adalah teknik yang sangat jahat. Trik ini memanfaatkan sisi baik dari seorang Polisi. Manusia pada intinya mempunyai hati nurani yang dibimbing oleh nilai moral dalam lingkungan sosial. Tiada manusia yang lahir tanpa empati akan kesusahan manusia lain, bahkan meski hanya setitik. Apalagi seorang Polisi yang diharapkan menjadi pamong masyarakat.

Taktik ini memang masih jarang digunakan, mungkin karena membutuhkan penghayatan yang mendalam dan juga karena trik ini begitu mudah dikenali. Sekali dipakai, tentunya para polisi akan selalu terkenang-kenang. Ibaratnya sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tak percaya. Bisa-bisa bagian skenario tadi dipotong menjadi:

“Ahhh!! Udah! Udah! Ga usah pura-pura! Kemarin uda ada yang pake tuh! Ibu-ibu!”

RAHASIA ANTI TILANG #3: Saya mahasiswa hukum, lho!

Jika Anda bukan mahasiswa hukum, tidak perlu jadi ragu karena membaca judulnya. Memang tidak perlu kuliah hukum sejati untuk menggunakan trik ini. Cukup kemampuan persuasi dan kegigihan mempertahankan kasus macamnya pengacara artis.

Skenario:

“Mbak melanggar pasal sekian karena sekian-sekian”

“Aduh, maaf, Pak, soalnya rambu-nya nggak kelihatan, ketutupan pohon tuu…lagian saya itu baru pertama kali lewat sini, jadi saya kurang paham sama jalanannya…”

“Ya tapi nggak bisa gitu dong, Mbak tetap melanggar dan harus ditilang”

“Wah, nggak bisa langsung ditilang gitu, pak! Kan saya sudah bilang tadi alasannya, rambunya tidak kelihatan karena ketutupan pohon, jadi sebenarnya kesalahan bukan di pihak saya. Saya ini mahasiswa hukum lho, pak! Masyarakat sadar hukum! Saya tahu benar pasal-pasal dan penerapannya, bahwa kalau pelanggaran karena rambu yang tidak jelas, tidak bisa dikenakan sanksi!”

“Memang aturannya seperti itu kok, melanggar ya kena sanksi!”

“Nahh, itu dia, apalagi saya tadi sudah minta maaf karena pertama kali lewat. Saya ini mahasiswa hukum, Pak, jadi saya tahu aturan persidangan. Saya jelas tidak bersalah karena saya tidak diinformasikan sebelumnya bahwa apa yang saya lakukan itu salah. Rambu tidak jelas. Saya pertama lewat. Siapa yang bisa memberi tahu saya?”

“Justru ini saya stop dan saya beritahu, Mbak melanggar!”

“Benar sekali, terimakasih, Pak, tugas seorang polisi memang untuk membimbing anggota masyarakatnya agar patuh peraturan. Karena itu sekarang saya jadi tahu disini ga boleh belok, dan lain kali tidak melanggar.”

“Tapi yang ini tetap ditilang!”

“Wah, saya yakin bapakpun sebagai penegak hukum juga belajar hukum seperti saya di fakultas hukum. Pelanggaran kali ini tidak kena tilang, pak, tapi berikutnya jika saya melanggar lagi, saya harus ditilang. “

“Ya sudah ngomong sana di sidang tilang!”

“Sekali lagi pak, saya ini sudah hampir lulus dari fakultas hukum, berarti saya menguasai materi hukum! Coba bapak liat klo ga percaya, ini kartu mahasiswa saya, FAKULTAS HUKUM angkatan tahun ini lulus. Menurut yang saya pelajari, tidak semua pelanggaran harus masuk tahap persidangan, jika sudah diberikan alasan yang valid atas pelanggaran. Saya sudah memberikan alasan saya. Saya bahkan tidak menyalahkan aparat yang meletakkan rambu di tempat yang tidak terlihat.”

“Ya sudah sana pergi!”

Mengapa tak pernah gagal… tidak ada teori psikologi di balik tips ini, kecuali pemahaman bahwa kejiwaan manusia bisa terganggu kalau mendengar suara yang memekakan telinga terus-menerus dalam jangka waktu tertentu. Polisi pun juga manusia, yang bisa gila mendengar rentetan alibi tak henti oleh suara yang tak enak didengar.

Tentunya tips-tips tersebut tidak bermaksud menghina lembaga kepolisian. Kami pun pernah menikmati buah reformasi birokrasi saat mengurus SIM, surat tabrakan dan ditilang. Ramah-cepat-tidak mahal. Justru semua tips ini ditulis supaya pihak berwenang dapat menghindari orang-orang yang suka ngemplang tilang. Ada lagi yang mau membantu upaya penegakan hukum?

Sumber: Buku Have a Sip of Margarita dari Margareta Astaman

Jatuhnya korban luka dan juga kerugian material akibat ledakan tabung gas elpiji di berbagai wilayah di Tanah Air bukan lagi merupakan berita baru. Insiden macam ini berkali-kali terulang. Salah satu penyebab kecelakaan tersebut adalah praktik curang dengan penggunaan tabung gas kadaluarsa disertai dengan praktik pengoplosan gas.

Nah, bagaimana konsumen mampu membedakan tabung gas layak pakai dengan tabung yang  kadaluarsa? Tentu, belum banyak yang memahami hal ini. Tak ada salahnya untuk menyimak penjelasan berikut, demi keselamatan Anda dalam menggunakan tabung elpiji.

Setiap tabung gas elpiji, baik yang berukuran 12 kilogram maupun 3 kilogram, memiliki nomor registrasi, dengan tanggal dan tahun kedaluarsa yag tercantum pada bagian tabung. “Pastikan masa kedaluarsanya dengan mengecek langsung nomor registrasinya. Tabung gas elpiji masa kedaluarsanya 5 tahun setelah produksi,” ungkap Assisten Manager External Relationship Pertamina Regional VI Kalimantan, Bambang Irianto kemarin malam.

Menurut Bambang, kondisi fisik yang nampak kurang bagus belum tentu tabung sudah kedaluarsa. Demikian pula sebaliknya. “Setiap pengisian ulang, pihak Pertamina selalu mengecek kondisi fisik tabung, ada yang di-repair dan ada pula yang dihancurkan jika memang kondisinya fisiknya tak layak,” tegasnya.

Ia menjelaskan, tanggal kedaluwarsa ditulis dalam alfa code sesuai nomornya sebagai A atau B, C atau D dan diikuti dua digit angka. Contohnya: D06. Abjad mewakilai satu kwartal, A untuk kwartal I (Januari-Maret) , B untuk kwartal II (April-Juni) , C untuk kwartal III (Juli-September) dan D untuk kwartal IV (Oktober-Desember). Dua digit angka berikutnya merupakan tahun kadaluarsa. Jadi jika tertulis D06 pada tabung gas elpiji, berarti kadaluarsanya Desember 2006.

PT Pertamina (Persero) menjamin 100% tabung elpiji 3 kg bebas kebocoran. Sampai dengan saat ini Pertamina belum mendapatkan laporan adanya tabung gas 3 kg yang meledak akibat kebocoran tabung.

Demikian disampaikan VP Corporate Communication Pertamina Basuki Trikora Putra di sela kunjungan ke stasiun pengisian elpiji 3 kg di Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (14/5/2010).

“Kita jamin 100% semua tabung gas 3 kg yang baru diisi atau yang sudah keluar dari stasiun pengisian elpiji Pertamina tidak mengalami kebocoran,” ungkap Basuki.

Ia mengatakan, dalam proses pengisian gas ke dalam tabung 3 kg, Pertamina selalu melakukan pengecekan kondisi tabung sesudah dan sebelum pengisian. “Jika ditemukan kebocoran maka tabung akan langsung diganti dan tabung yang bocor dihancurkan,” kata dia.

Basuki mengatakan, biasanya kebocoran terjadi pada selang regulator dan bukan pada tabung tersebut. Selain itu, lanjut Basuki dapat terjadi kebocoran jika rubber seal (karet hitam yang berada di tutup tabung) dicongkel.

“Pertamina selalu memberikan segel setelah tabung diisi ulang. Sehingga bisa langsung dipergunakan, dan seluruhnya bahan baku baik tabung, rubber seal semua menggunakan Standar Nasional Indonesia (SNI),” papar Basuki.

Jadi, lanjut Basuki, belum pernah ada laporan baik dari kepolisian yang menyampaikan bahwa ledakan-ledakan yang terjadi belakangan bukan disebabkan oleh tabung yang bocor.

Sementara itu dalam bagian lain, Basuki mengatakan SPBE Tanjung Priok merupakan SPBE yang terbesar di Asia. Stasiun pengisian ini terdiri dari 120 Filling Machine dan per harinya mengisi 85 ribu-90 ribu tabung.

“Atau sekitar 2.500-3.000 metrik ton. SPBE Tanjung Priok ini khusus untuk melayani kebutuhan gas wilayah Jabodetabek,” tandasnya.

detail_img

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan masih akan mengguyur Jakarta hingga pekan depan. Hal itu terjadi lantaran transisi cuaca dari musim hujan ke musim kemarau, khususnya di wilayah selatan Jakarta dan sekitarnya.

Faktor lain penyebab turunnya hujan adalah karena tingginya kelembaban dan masih hangatnya suhu permukaan laut yang berada di sekitar Jakarta sehingga mengakibatkan suplai air menjadi besar dan berpotensi hujan berlanjut selama beberapa hari ke depan. “Diperkirakan sampai hari Senin (17/5) mendatang masih akan turun hujan. Hujan biasa turun pada siang dan malam hari,” jelas Harry Tirtodjatmiko, Kasubid Informasi Meteorologi, BMKG.

Masyarakat Jakarta boleh saja mengkhawatirkan terjadinya hujan deras selama beberapa hari mendatang. Harry berharap kekhawatiran itu jangan terlalu berlebihan. Karena dari pengamatan yang dilakukan, guyuran air hujan yang turun beberapa hari kemarin hanya berdurasi kurang dari tiga jam.

Jika hujan disertai petir, hindari berada di ruang atau lapangan terbuka, lokasi yang berair, tempat tinggi atau di bawah pohon / benda logam yang menjulang tinggi. Buatlah jarak antar orang sekitar lima (5) meter. Sebisa mungkin lari ke bangunan yang telah dilindungi penangkal petir.

Source : kompas

Kenaikan tiket bioskop terjadi seiring dengan kenaikan pajak hiburan.
Foto Ilustrasi Layar Bioskop (slashfilm.com)

Kenaikan tiket bioskop terjadi seiring dengan kenaikan pajak hiburan dan lima jenis pajak lainnya yang diusulkan masuk dalam 11 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) mengenai pajak.

Enam pajak itu yakni pajak kendaraan, bahan bakar, parkir, pajak bahan galian, dan pajak hiburan yang paling tinggi angka kenaikannya sebesar 35 persen. Salah satu yang dinaikkan yakni harga tiket masuk (HTM) pertunjukkan film bioskop.

Sementara tarif maksimum pajak kendaraan bermotor dinaikkan dari lima persen menjadi sepuluh persen, khusus untuk kendaraan pribadi dapat diterapkan tarif progresif.

Tarif maksimum bea balik nama kendaraan bermotor dinaikkan dari sepuluh persen menjadi 20 persen, tarif maksimum pajak bahan bakar kendaraan bermotor dinaikkan dari lima persen menjadi sepuluh persen. Khusus untuk kendaraan angkutan umum tarif dapat ditetapkan lebih rendah.

Tarif maksimum pajak parkir dinaikkan dari 20 persen menjadi 30 persen. Tarif maksimum pajak mineral bukan logam dan bantuan (sebelumnya pajak pengambilan bahan galian golongan c) dinaikkan dari 20 persen menjadi 25 persen.

“Khusus untuk hiburan tanpa pagelaran busana, kontes kecantikan, diskotek, karaoke, klab malam, permainan ketangkasan, panti pijat dan mandi uap/spa, dapat ditetapkan paling tinggi 75 persen,” kata Wakil Ketua Badan Legislasi Daerah (Balegda) Perdata Tambunan dalam rapat dengar pendapat umum di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa 11 Mei 2010.

• VIVAnews

Terobos Busway


Jakarta – Meski sudah minta maaf di dunia Twitter, Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufrie tetap ingin mempertanggungjawabkan insiden menerobos busway Buncit-Mampang. Pagi ini, Segaf mendatangi Polsek Mampang.

“Mensos Salim Segaf Al Jufri berencana ke kantor Polsek Mampang pagi ini sekitar pukul 09.00 WIB,” kata Humas Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mabruri kepada detikcom, Rabu (5/5/2010).

Mabruri menjelaskan, kedatangan Segaf ke Polsek untuk bertanggung jawab atas insiden mobilnya yang menerobos busway Selasa (4/5) kemarin. Salim juga akan menyatakan siap dihukum jika dinilai bersalah.

“Mau lapor peristiwa mobil masuk jalur busway dan siap ditilang jika dinilai bersalah,” jelasnya.

Menurut Mabruri, kedatangan Segaf sebagai bukti bahwa semua warga masyarakat tidak kebal hukum. “Ini bukti semua warga sama kedudukan di mata hukum,” imbuhnya.

“Selain itu juga mau dialog soal penanganan anak jalanan di wilayah Mampang/Jaksel,” pungkasnya.

Mobil dinas Mensos Salim Segaf bernopol RI 32 tertangkap kamera menerobos masuk jalur TransJ koridor VI pada Selasa pagi. Padahal saat ini Polri tengah gencar melakukan sterilisasi jalur TransJ. Lewat SMS pada detikcom, Segaf meminta maaf kepada warga Jakarta karena perbuatannya membuat warga Jakarta tak nyaman.  Pada malam harinya, Segaf meminta maaf lewat Twitter dan berharap insiden itu menjadi pelajaran berharga paginya. Dia juga siap bertanggung jawab.

Meteorit yang beberapa waktu yang lalu menimpa rumah warga di Duren Sawit, Jakarta Timur, hingga kini belum ditemukan. Paranormal Ki Joko Bodo mengakui adanya unsur mistis dari benda yang menghancurkan rumah milik Soedarmodjo itu. “Seperti model batunya Ponari, bisa untuk pengobatan. Orang pasti akan mencari,” katanya kepada okezone.

Menurutnya, batu yang jatuh ke bumi tersebut adalah pagebluk, tanda-tanda akan terjadi sejenis bencana. Bencana yang dimaksud adalah memburuknya kondisi kehidupan manusia. Tingkat ekonomi masyarakat akan menurun drastis. Pengangguran akan bertambah.

Sebagai anak Tuhan yang percaya bahwa hanya Yesus yang berkuasa, kita tidak bisa berpegang pada hal-hal seperti ini. Kita tahu, yakin, dan percaya bahwa satu-satunya pengharapan kita ada di dalam Yesus Tuhan.

Batu meteorit itu menjadi incaran paranormal bahkan ada masyarakat yang tinggal di luar Jakarta sengaja mendatangi rumah itu untuk mendapatkan batu meteorit tersebut untuk dijadikan jimat.

Keris berbahan baku dari batuan meteor dipercaya memiliki karakter tersendiri, pamornya lebih tinggi. Hal ini dikatakan oleh Toni Junus, pengelola situs keris di Indonesia.

Soedarmodjo sendiri yang rumahnya menjadi lokasi utama jatuhnya batu meteor ini mengatakan apabila dia menemukan benda meteorit tersebut maka akan menyerahkannya kepada pemerintah dan pihak berwenang, “…tidak saya jual kepada pemburu meteor,” imbuhnya kemudian.

Dengan mengandalkan batu meteor sebagai jimat dan benda keramat yang dapat membuat Anda sejahtera, aman, bahagia, dan sehat merupakan kesalahan besar. Mengandalkan apapun selain Allah merupakan kesalahan terbesar dan Allah benci kepada hal tersebut. Allah berfirman, ”Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, Tuhan, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya…” (Kel 20:3-4)