Archive for the ‘Infotainment’ Category

Gambar
Iron Man 2 (Marvel)

Los Angeles – Pada 30 April lalu, salah satu film yang paling dinanti kehadirannya ‘Iron Man 2’ sudah dirilis di luar Amerika Serikat. Diputar di 53 negara, termasuk Indonesia, petualangan Tony Stark Cs pun laris manis.

Seperti dilansir Hollywood Reporter, Senin (3/4/2010), Paramount Picture mengungkapkan ‘Iron Man 2’ berhasil mengumpulkan US$ 100,2 juta atau sekitar Rp 900 miliar. Angka tersebut termasuk pendapatan film itu US$ 12,2 juta di Inggris, US$ 10,8 juta di Korea dan US$ 8,2 juta di Rusia.

Di Amerika Serikat, ‘Iron Man 2’ akan dirilis pada 7 Mei mendatang. Paramount pun berharap film yang digarap lagi oleh Jon Favreau itu bisa merajai box office.

Film pertama ‘Iron Man’ sukses besar secara finansial. Film tersebut berhasil mengumpulkan US$ 318 di Amerika Serikat dan Kanada dan US$ 266 juta di seluruh dunia.

‘Iron Man 2’ masih menampilkan Robert Downey Jr dan Gwyneth Paltrow sebagai bintang utamanya. Film tersebut juga diramaikan oleh Mickey Rourke, Sam Rockwell, Scarlett Johansson dan Don Cheadle. Kali ini, Iron Man harus menghadapi Ivan Vanko dan Justin Hammer sebagai musuh utamanya.

source : detik

Advertisements
Gambar

Jakarta – Para penggemar Arnold Schwarzenegger, jangan lewatkan film ‘The Expendables’ yang akan rilis pada Agustus depan. Dalam film itu, Arnold akan memerankan dirinya sendiri. Seperti dilansir contactmusic.com, Selasa (20/4/2010), Arnold akan main dalam film action bersama Bruce Willis dan Sylvester Stallone.

‘The Expendable’ berkisah soal sekelompok tentara bayaran yang direkrut untuk menggulingkan seorang diktator di Amerika Selatan. Film disutradarai oleh bintang utamanya, Sylvester Stallone.

Dalam sebuah adegan, saat akan melakukan kudeta itu, Arnold berkata, “beri pekerjaan ini kepada temanku. Dia sangat suka bermain di hutan”. Arnold mengatakan kalimat itu sebelum berbalik dan berjalan.

Karena jadwalnya yang ketat sebagai gubernur California, Arnold rencananya hanya melakoni satu hari syuting saja.

Meski menjadi gubernur, Arnold beberapa kali masih main film sebagai cameo, seperti di The Rundown (2003), Around the World in 80 Days (2004) dan Terminator Salvation (2009). Suami Maria Shriver ini terpilih menjadi Gubernur California ke-38 pada 7 Oktober 2003 lalu.

source : detik

Gambar

Jakarta – Langit teramat kelam. Bumi luluh lantak. Seorang lelaki, berkaca mata hitam dengan tas punggung dan leher dikalungi surban, terus berjalan. Dia tampan meskipun penuh luka. Dia seperti lelaki ilham dari surga.

Denzel Washington dalam The Book of Eli seperti gambaran ‘Lelaki Ilham dari Surga’ yang dinyanyikan Ebiet G Ade. Denzel yang tampan itu memerankan Eli. Dia terus mengembara membawa sebuah buku yang begitu dijaganya sekaligus sangat dicintainya. Suatu malam, ia mencopot bajunya dan terlihatlah tubuhnya yang penuh luka. Denzel yang jago berkelahi tampil penuh karisma.

The Book of Eli adalah film drama action arahan sutradara Hughes Brothers. Para pecinta film action yang (maaf) awam, barangkali akan melihat film ini sebagai film yang penuh tembak-tembakan semata. Tapi film ini sejatinya menyuguhkan cerita dengan konsep ketuhanan. Lihatlah judul dan nama tokohnya saja Eli. Kata Eli, tentu akan dengan mudah mengingatkan nama lain Tuhan.

Film ini memang mengusung tema ‘iman adalah kekuatan’. Dengan iman, diyakini dunia yang hancur porak-poranda akan bisa diselamatkan. Dan iman, setelah dunia dilanda ‘kiamat’ hanya bisa dimiliki oleh orang-orang yang berpengetahuan. Kunci semua itu adalah sebuah buku.

“Apakah kamu suka membaca buku?” tanya Carniege (Gary Oldman) saat bertemu Eli. Carniege yang adalah pemimpin sekelompok penjahat ingin merebut buku yang harus dibawa Eli menuju ke Barat. Menjawab pertanyaan itu, Eli berkata ia selalu membaca, setiap hari. “Hanya orang-orang seperti kita, yang suka membaca buku yang bisa menentukan masa depan,” kata Carniege.

Pecinta film tentang kiamat tidak akan menemukan kehancuran dunia yang dahsyat seperti yang sudah digambarkan film 2012. Gambar-gambar dalam film ini memperlihatkan dunia pasca kehancuran bumi itu. Langit yang selalu kelam, tak ada pepohonan subur yang tumbuh, tak ada listrik, dan penjarahan dan pembunuhan di mana-mana. Manusia kembali lagi ke masa lampau yang jauh dari peradaban. Untuk mendapatkan sampo yang pada zaman itu menjadi barang mewah harus diperebutkan dengan pertumpahan darah.

Zaman yang brutal itu hanya bisa diselamatkan dengan sebuah iman. Iman seperti yang dimiliki Eli. Iman yang mengajarkan untuk bertoleransi bukan iman yang menghalalkan kekerasan dan pembunuhan untuk mencari kekuasaan.

Bila anda pencari nilai-nilai spiritualitas dan pecinta buku, sayang bila melewatkan film ini.

source : detik

Putra aktor Michael Douglas, Cameron Douglas (32), akhirnya dijatuhi hukuman lima tahun penjara oleh pengadilan federal Manhattan, setelah terbukti bersalah dalam kasus narkoba.

Juru bicara pengadilan, Selasa (20/4/2010), mengatakan Cameron secara sah dan meyakinkan terbukti menggunakan sekaligus memiliki narkoba.

Cameron tak menyangkal hal tersebut. Dalam sidang pembacaan vonis tersebut,  Michael Douglas (65) terlihat hadir mendampingi putranya.

Cucu dari aktor legendaris Kirk Douglas (93) itu, ditangkap pada bulan Agustus dalam sebuah operasi penggerebekan di sebuah hotel di kawasan New York. Di tempat kejadian perkara (TKP), pihak aparat berhasil mendapati sejumlah barang bukti berupa obat-obatan methamphetamine dalam jumlah yang besar.

Berdasarkan fakta-fakta yang diungkap jaksa di persidangan, Cameron tak hanya menggunakan obat-obatan tersebut, tapi juga merangkap sebagai bandar. Saat penggerebekan, Cameron bahkan tengah bersiap mengirim obat-obatan tersebut dari California menuju New York lewat jasa kurir.

Bukan kali ini saja, Cameron berurusan dengan hukum lantaran kasus obat-obatan. Pada tahun 1999 dan 2007, ia juga sempat dipenjarakan atas tuduhan yang sama.

Sementara itu, Hakim Richard Berman, mengatakan pihaknya telah mempertimbangkan sejumlah surat dari keluarga yang meminta pengampunan untuk meringkankan vonis yang akan diberikan kepada Cameron.

Dalam persidangan sebelumnya, Kirk Douglas, kakek Cameron, sempat menulis  surat yang dibacakan secara terbuka di ruang sidang. Dalam suratnya, ia menulis bahwa mimpi terbesar sebelum ia meninggal adalah melihat sang cucu berhasil sebagai seorang aktor.

Michael Douglas dan istrinya, Catherine Zeta-Jones, juga menulis bahwa Cameron lebih membutuhkan perawatan detoksifikasi daripada penjara.

source : kompas

Setelah sukses dengan novel trilogy-nya “The Chronicle Brothers” yang terdiri dari 3 judul yaitu The Fall of Lucifer, Messiah – The First Judgment dan Son of Perdition, kini Wendy Alec mulai menulis scrip untuk tayangan filmnya.

The Chronicle Brothers adalah kisah tiga penghulu malaikat, yaitu Michael, Gabrial dan Lucsifer, tiga bersaudara saksi mata atas semua kejadian di Sorga hingga Tuhan menciptakan manusia dan tiba waktunya dimna Lucifer jatuh dalam dosa dan dilempar keluar dari Sorga.

Sekalipun novel pertamanya lebih mengupas tentang Lucifer, Wendy menegaskan bahwa semua bagian dari buku yang ditulisnya adalah tentang Tuhan, dan dalam penulisannya dia selalu mencari tuntunan Tuhan.

Sekalipun novel ini kisah fiksi, dia menulisnya dengan meminta pengurapan dan hikmat dari Tuhan. Bahkan sebelum mulai menulis, Wendy selalu meluangkan waktu untuk menyembah Tuhan, bahkan seringkali dia menangis ketika berbagai pewahyuan yang ditulisnya dalam novel.

The Chronicle Brothers dibuat dalam bentuk komik dan novel grafis, hal ini dibuat ketika beberapa pembuat komik membaca novelnya dan mereka sangat terkesan akan kisah yang ditulisnya. The Chronicle Brothers menjadi komik sekuler dan didistribusikan ke Jepang, Inggris dan Amerika. Hingga saat ini, The Fall of Lucifer telah menjadi buku best seller di pasar sekuler dan juga toko buku Kristen.

Wendy Alec yang juga salah satu rekan dari pendiri Got.tv ini memiliki visi dalam penginjilan kreatif menggunakan media, dan berbagai ide kreatif digunakannya untuk memberitakan kabar baik. Dia memiliki latar belakang bekerja di TV sekuler dan telah berkecimpung di pelayanan media tv Kristen selama 10 tahun.

Film The Chronicle Brothers ini sepertinya masih harus menunggu lama, sekalipun para penggemarnya sudah sangat menanti-nantikannya. Untuk pembuatan story boardnya saja, direncanakan baru akan dimulai pada 2011 atau 2012, menunggu novel seri terakhirnya yang diberi judul, A Pale Horse.

Sepertinya novel dan komiknya sangat seru ceritanya, sayang sekali seri The Chronicle Brothers ini belum diterbitkan di Indonesia.

Source : CBN.com

Roman Polanski bagai mutiara dalam dunia film. Nyaris tidak ada film biasa-biasa saja yang dilahirkannya. Sebut saja ‘Rosemary Baby’, ‘China Town’, dan tentu saja, ‘The Pianist’ yang telah menjadi film klasik yang selalu dikenang. Kini Polanski kembali dengan ‘The Ghost Writer’. Sekali lagi veteran Polandia ini menciptakan karya yang brilian.

Dalam ‘The Ghost Writer’, Polanski merajut kisah seorang mantan perdana menteri (PM) yang gamang, seorang istri cantik yang penuh ambisi politik, dan seorang penulis kondang yang rela menanggalkan namanya demi uang. Polanski meramu kisah ini menjadi triller politik yang dipenuhi bumbu konspirasi.

Pada sebuah malam yang basah, Adam Lang (Pierce Brosnan), mantan perdana menteri Inggris meyibak alasannya masuk dunia politik. ‘Sang Mantan’ memberi alasan yang romantis, ia terjun ke dunia politik gara-gara cinta. Ia jatuh cinta pada aktivis politik yang cantik, Ruth Lang (Olivia Williams), yang mengetuk pintu rumahnya untuk membagikan selebaran politik.

Mike (Ewan McGregor), yang mendengarkan kisah ‘Sang Mantan’ itu sebenarnya adalah seorang penulis yang tidak berminat pada masalah-masalah politik. Tapi celakanya, ia disewa untuk menyelesaikan memoar Adam Lang yang penulisannya terhenti setelah McAra, pembantu sekaligus ghost writer memoar mantan PM Inggris itu tewas.

Menulis memoar mantan PM, bagi Mike, sepertinya akan menjadi hal sederhana saja. Di benak ‘Ghost Writer’ ini, penulisan memoar berarti sekadar bagaimana menulis dan menyusun kata, kalimat dan alinea yang menarik dibaca, inspiratif, dan pada akhirnya disukai dan laris.

Namun ternyata yang terjadi tidak sesederhana itu. Begitu sang penulis bayangan itu tinggal di pulau tempat persembunyian Adam Lang, pulau Martha, di kawasan pantai timur Amerika Serikat, dengan segera ia mencium banyak rahasia, kejanggalan, juga kebohongan, dan misteri. Mike pun terjebak pada upaya melakukan serangkaian investigasi yang membahayakan jiwanya dan juga skandal seks dengan istri mantan PM.

Kisah konspirasi, bila dibesut  sutradara kurang piawai, biasanya menjadi kisah yang klise, dan tidak sedikit yang membodohi. Namun, di tangan Polanski, ‘The Ghost Writer’, akan sangat mencekam seperti banyak karya sang maestro lainnya. Film ini tidak hanya mendedahkan ketegangan, tapi juga mendesirkan pada kita sebuah renungan tentang potret manusia yang rapuh, dan penuh paradoks.

‘The Ghost Writer’ mengantarkan Polanski meraih Silver Bear, sebagai sutradara terbaik dalam Festival Film Berlin baru-baru ini. Dengan prestasi itu, rasanya film ini juga tinggal menunggu waktu, untuk dicatat sebagai salah satu film thriller poltik terbaik, yang pernah dibuat.

Film ini diangkat dari novel laris Robert Harris, seorang kolomnis politik Inggris yang mendukung Tony Blair. Begitu Blair mendukung perang Irak, Robert Harris mengundurkan diri sebagai pendukung Blair dan melahirkan novel ‘The Ghost’.

Tokoh Adam Lang dalam The Ghost seperti personifikasi Blair. Di hari-hari pensiunnya Blair memang  terus-menerus menjadi  target dan kejaran wartawan, aktivis perdamaian, keluarga korban perang, dan bahkan pengadilan internasional  kejahatan perang. Itu semua akibat kebijakan-kebijakannya semasa memerintah, yang sangat membebek pada Amerika, dalam perang melawan terorisme,  perang Irak, dan perang Afghanistan.

‘The Ghost Writer’ mengungkap rahasia mengapa Adam Lang (Blair?) seorang politisi yang begitu  karismatik dan pintar, selama menjadi PM Inggris, bisa begitu patuh kepada Gedung Putih, seperti kepatuhan anjing pudel pada tuannya.

Pierce Brosnan mampu memerankan tokoh Adam Lang, yang karismatis tapi tragis, dengan lentur dan penjiwaan yang kompleks. Secara mengejutkan, Brosnan mampu menampilkan sosok Adam Lang yang rapuh didera perasaan post power syndrome, stress, namun (berkepribadian) hangat.

Lewat, aktingnya yang  bersinar ini, Brosnan seakan hendak menggiring benak penonton, untuk menyelami  kesepian, kehampaan, sekaligus kemarahan  Adam Lang, sosok yang semasa berkuasa pun tidak pernah bisa menjadi dirinya sendiri.

Sosok ini, yang dalam sudut  berbeda, mudah mengingatkan kita pada karakter-karakter tragis pada film-film karya maestro thriller Alfred Hitchook.

Film yang dibuka dengan suasana tegang di sebuah pelabuhan ini, sayangnya ditutup dengan ending dramatis yang terasa bergaya Hollywood.

Well, bagi penonton Indonesia, selain nama negeri ini disebut, film ini memberi harapan, secanggih apapun penguasa membuat konspirasi , pada akhirnya kebenaran akan menemukan jalannya sendiri.

Gandhi pernah mengatakan, tidak terlalu penting apa yang kita lakukan dalam hidup ini. Yang penting, kita telah melakukannya. Sebab, jika bukan kita, tidak akan ada orang lain.

Tyler Hawking mengutip Gandhi ketika menuliskan sesuatu untuk mengenang adiknya yang telah meninggal dunia karena bunuh diri. Ditambah dengan perceraian orangtuanya, kepergian sang adik itu membuat Tyler marah dan kecewa pada hidup. Hal itu dia lampiaskan antara lain dengan meninggalkan ayahnya, seorang pengusaha kaya dan berpengaruh, untuk lebih memilih tinggal di kamar sewaan yang berantakan bersama teman kuliahnya.

Dalam hari-harinya yang berjalan lamban, hidup Tyler bersilang dengan Ally Craig, teman sekampusnya dari lain jurusan, yang memiliki masa lalu nyaris serupa. Yakni, pernah kehilangan untuk selamanya orang yang sangat dicintainya.

Sejak awal, aroma kematian memang telah membayangi film ini, ketika dibuka dengan sebuah tragedi tindak kejahatan di stasiun kereta bawah tanah New York yang sunyi. Tapi, ‘Remember Me’ (sutradara: Allen Coulter) adalah sebuah kisah cinta –tentu saja. Laki-laki bertemu perempuan, lalu jatuh cinta dengan membawa masalalu dan dunianya masing-masing. Si lelaki punya konflik dengan ayahnya yang sibuk dengan pekerjaannya, dan si cewek juga bermasalah dengan ayahnya yang protektif. Klise? Pada titik ini, iya. Tapi, memangnya apa sih di dunia ini yang nggak klise?

Di luar pertanyaan retoris itu, faktanya, film ini sejak awal memasuki penontonnya dengan mood yang kuat dalam memperkenalkan karakterisasi tokoh-tokohnya, dan kemudian mengembangkannya dengan pelan, namun tertata, sangat rapi. Bagi kalangan penonton film yang suka histeris pada apa yang mereka sebut “dialog cerdas”, barangkali tidak akan seorgasme seperti ketika menonton ‘Before Sunrise’. Tapi, percayalah, dalam film ini kita akan ketemu hal-hal yang tidak kalah menarik. Tyler Hawkin (Robert Pattinson) mengingatkan kita pada Tyler Durden (bahkan nama depannya pun sama) dalam ‘Fight Club’ atau pun Holden Caulfiled dari ‘The Catcher in The Rye’, dengan segala kemuakan dan sinisme pada kehidupan.

Atau, Tyler Hawkins memang perpaduan dari dua tokoh ikonik-legendaris itu? Bisa jadi film ini memang terinspirasi dari situ, termasuk kekonyolan-kekonyolan dari tokoh-tokohnya. Misalnya Aidan (Tate Ellington), teman sekamar Tyler, yang sok-filosofis tapi slebor. Dalam sebuah dialognya dengan Tyler, dia menyebut kata nihilism. Ketika Tyler mengulangi kata itu untuk mempertanyakan, Aidan pun menjawab, “Oh, aku mengutipnya dari kotak bungkus sereal. Tyler ke mana-mana naik sepeda, dan Aidan minum jus langsung dari cawan blendernya. Sedangkan Ally (Emilie de Ravin) setiap makan di restauran, memulainya dari makanan penutup, baru makanan utama, dengan alasan, khawatir meninggal dunia sehabis menyantap makanan pembuka dan itu artinya tidak akan sempat menikmati makanan penutup yang lezat!”

Dengan karakterisasi se-detail itu, untuk menggambarkan kejiwaan tokoh-tokohnya yang punya masa lalu traumatis, kita jadi mudah bersimpati karena mereka terasa begitu nyata. Maka, ketika akhirnya terjadi peristiwa besar yang tidak tersangka-sangka pada “orang-orang baik” ini, kita pun terhenyak, ingin menjerit, tapi tertahan karena tanpa kita sadari, airmata kita sudah menetes duluan.

Robert Pattinson, yang penampilannya di serial ‘Twilight’ membuatnya menjadi bahan olok-olok kaum dewasa, dalam film ini menunjukkan akting yang mengesankan sebagai anak muda rapuh sekaligus temperamental, pecundang sekaligus pahlawan, kakak yang mencintai dan melindungi adiknya. Salah satu momen puncaknya terjadi ketika Tyler marah dan mengamuk untuk membela Caroline (Ruby Jerins), adiknya yang masih SD, yang di sekolah selalu dipecundangi teman-temannya karena dianggap aneh.

Pierce Brosnan, walau tidak mendapat porsi yang banyak, namun tetap menyita perhatian di setiap kemunculannya sebagai ayah Tyler. Lihat bagaimana dia membentak kolega-koleganya yang tidak enak hati – untuk tetap duduk di tempat masing-masing– menyaksikan ayah dan anak itu berantem di ruang rapat kantornya.

Lebih dari sebuah kisah cinta, ‘Remember Me’ adalah sebuah drama yang mencoba menyelami makna besar dan mendasar dari kehidupan. Senafas dengan kisah-kisah Mitch Albom, film ini memeriksa kembali hubungan-hubungan orang-orang yang saling membenci dan mencintai,dan menggaribawahinya dengan pesan tersirat, bahwa betapa fananya semua itu.

*Mumu Aloha, pengulas film.