Archive for the ‘Kesehatan/Health’ Category

img
Ilustrasi (Foto: health)

Jakarta, Selama ini beredar mitos yang menyebutkan kalau orang habis olahraga tidak boleh minum air dingin karena bisa berbahaya. Sebenarnya minum air dingin malah dianjurkan tapi ada batas suhunya.

Bagaimana pun air dingin yang dikonsumsi akan diserap lebih cepat oleh tubuh dibandingkan dengan air biasa atau air yang hangat.

American College of Sport Medicine juga merekomendasikan untuk mengonsumsi air atau minuman lainnya yang dingin saat olahraga atau setelah olahraga.

Seperti dikutip dari Walking.about.com, Rabu (23/6/2010) penelitian telah menunjukkan bahwa air dingin bisa melewati perut lebih cepat. Karena itu air akan segera dikirim ke usus dan penyerapannya di tubuh juga menjadi lebih cepat.

Selama dan setelah berolahraga, seseorang pasti ingin segera menggantikan cairan tubuhnya yang hilang akibat keringat. Karena itu mengonsumsi air dingin atau minuman yang dingin memang diperbolehkan.

Alasan lainnya boleh mengonsumsi air dingin adalah sebagian besar masyarakat akan merasa lebih baik dan memungkinkan orang tersebut untuk minum lebih banyak dan lebih sering.

Tapi ada batasan suhu dingin tersebut. Jangan sampai terlalu dingin. Seberapa dingin suhu air minum yang disarankan?

Air dingin yang dimaksud disini adalah air yang sejuk dan ideal untuk dikonsumsi, selain itu memiliki suhu sekitar 15 derajat Celsius.

Kondisi ini sama dengan segelas air putih yang ditambahkan 2-3 batu es. Jadi air dingin yang dimaksud disini bukanlah air yang sangat dingin dan berasal dari freezer.

Kebutuhan untuk mengonsumsi air saat berolahraga memang penting dan sangat diperlukan. Karena saat melakukan aktivitas tersebut, tubuh mengeluarkan cairan yang lebih banyak dari biasanya melalui keringat. Untuk itu agar tidak terjadi dehidrasi, seseorang perlu mengonsumsi air yang cukup.

Hal penting lainnya yang harus diperhatikan saat berolahraga adalah jika di tengah-tengah aktivitas merasa haus, maka segera minum.

Sebelum berolahraga seseorang juga mengonsumsi air putih dan setelah berolahraga. Namun hendaknya tidak mengonsumsi air putih sekaligus, melainkan sedikit demi sedikit sehingga menghindari tersedak.

Sumber : detik.com

Advertisements
img
Ilustrasi (Foto: laser-pointers.net)

Laser pointer seringkali digunakan untuk membantu seseorang saat mempresentasikan sesuatu. Tapi sebaiknya laser ini tidak diarahkan ke mata, karena bisa menyebabkan kerusakan retina.

Hal ini dikemukakan oleh dokter dari Royal Liverpool Hospital dan Manchester Eye Hospital. Kondisi ini didasari setelah petugas medis melakukan operasi terhadap seorang remaja yang matanya terkena sinar laser hingga menyebabkan luka bakar dan kerusakan retina. Pemeriksaan yang dilakukan terhadap remaja tersebut menunjukkan adanya scotomas atau bintik-bintik hitam di dalam penglihatannya.

Meskipun remaja tersebut masih bisa memiliki penglihatan yang normal, tapi ia berisiko terkena masalah dikemudian hari dalam kehidupannya sebagai akibat dari kerusakan retina.

“Cedera seperti ini biasanya disebabkan jika seseorang menggosok matanya secara persisten setelah matanya terkena sinar laser,” ujar juru bicara dari Health Protection Agency, seperti dikutip dari BBC, Rabu (16/6/2010).

Para ahli telah menyadari bahwa kerusakan retina ini bisa menyebabkan penglihatan yang abnormal akibat dari kekuatan tinggi sinar laser pointer. Jika disalah gunakan dengan menyinari mata seseorang meskipun dalam hitungan beberapa detik saja, sudah bisa menyebabkan kerusakan pada retina.

“Laser pointer itu seperti menipu. Sekilas alat ini tampak aman, tapi ternyata bisa sangat berbahaya karena memiliki berkas cahaya yang kuat sehingga intensitasnya pun tinggi,” ujar Barbara McLaughlan, manajer kampanye dari Royal National Institute of Blind People.

Studi penelitian mengenai hal ini telah dipublikasikan dalam British Medical Journal.

Karenanya jangan sekali-kali menyoroti sinar laser ke arah mata meskipun tertulis bahwa laser tersebut memiliki daya hanya miliwatt saja. Hal ini karena laser memiliki sifat cahaya yang fokus, monokromatis serta koheren (searah dan saling menguatkan).

rel_img3

Terlalu sering kita bersikap panik ketika keadaan sekitar berubah dan kita pun akhirnya mencoba menjadi segalanya bagi semua orang. Ketika menyadari bahwa ini bukanlah tugas yang mungkin, kita menjadi frustrasi dan stres.

Saya teringat ayat alkitab di Yesaya 58:11 yang berbunyi, “TUHAN akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu; engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan.”

Kita harus bersandar pada Tuhan dalam segala hal, sebagaimana Dia akan menyediakan semua kebutuhan kita. Jadi, seharusnya kita tidak perlu membuka peluang stres, tetapi bagaimana menguranginya dalam kehidupan kita.

Saya tidak yakin di mana saya pertama kali melihat daftar serupa, ini jelas bukan merupakan konsep asli. Saya telah membuat beberapa perubahan, lebih mencerminkan kepribadian saya. Potong ini dan tempatkan pada kulkas Anda atau cermin kamar mandi sebagai pengingat pilihan Anda setiap hari, pilihan yang akan menyebabkan sehat Anda di masa depan.

1. Seringlah berdoa. Saya telah menemukan, jika kita membatasi hubungan kita dengan Tuhan maka kita kehilangan aliran berkat yang terus-menerus. Doa adalah komunikasi dengan Tuhan, cara untuk mengembangkan hubungan. Jika kita hanya berbicara kepada-Nya sekali sehari, bagaimana bisa kita benar-benar mengenal Dia?

2. Ambil waktu tujuh jam Anda benar-benar tidur dengan tenang. Kita tidak perlu penelitian untuk membuktikan hasil bahwa kurang tidur akan berefek negatif pada kesehatan kita, pekerjaan, dan cara kita berelasi. Oleh karena itu, kita harus segar setiap hari.

3. Persiapkan pakaian yang ingin Anda pakai esok hari di malam hari sebelumnya – kebiasaan ini sangat baik untuk diajarkan anak-anak Anda. Jika Anda berdiri di depan lemari selama lebih dari dua atau tiga menit memutuskan apa yang akan dipakai, Anda mendapatkan keuntungan yang besar mengatur pakaian Anda.

4. Katakan “Tidak” lebih sering. Keseimbangan hidup adalah rencana Tuhan dalam kehidupan anak-anak-Nya. Anda tidak bisa mengabaikan satu tanggung jawab dengan tanggung jawab lainnya. Pelayanan Anda di gereja adalah penting, tetapi bukan berarti keluarga harus ditelantarkan.

5. Delegasi membuat orang lain lebih kuat. Tentu, Anda dapat memilih, yakni membuat diri Anda bertanggung jawab atas setiap detail kehidupan di rumah Anda, atau Anda dapat mendelegasikan tugas kepada orang lain yang mampu. Ajarkan anak-anak untuk mengatur dan membersihkan meja, membasahi taman atau setiap tugas yang sesuai untuk usia dan kemampuan mereka. Yang paling penting, tekankan bahwa mereka jangan stres jika mereka tidak melakukannya persis seperti cara Anda melakukan.

6. Hiduplah sederhana, baik di kantor ataupun di lingkungan rumah. Simpanlah sejumlah uang, belanjakan beberapa yang ada, dan jangan lupa memberi kepada orang-orang yang membutuhkan

7. Berhenti menggunakan kartu kredit. Sangat mudah untuk segera mengeluarkan kredit atau kartu debet untuk semua pembelian kecil, tetapi begitu mendapat laporan akhir bulan dari bank maka Anda menjadi stres besar. Pegang uang kas setiap kali Anda pergi keluar dan berbelanja.

8. Rencanakan untuk saat-saat yang tak terduga. Berikut adalah beberapa ide untuk mengusir stres karena hujan: bermainlah catur atau tontonlah film favorit keluarga.

9. Lakukan sesuatu hanya yang benar-benar menghibur setidaknya sekali dalam seminggu. Memancing, berkebun, berwisata ke kebun binatang adalah beberapa metode yang cukup berhasil mengurangi stress Anda.

10. Lakukan olahraga setiap pagi atau sore. Saya benar-benar percaya bahwa stres tidak bisa hidup dalam tubuh yang sehat dan bugar.

11. Tuliskan pikiran Anda di dalam sebuah jurnal. Gunakan jurnal untuk mencerminkan dan  berbagi tentang kebaikan Tuhan dalam kehidupan Anda. Stres dapat membuat pikiran kita menjadi bimbang. Jika kami melakukan upaya sadar untuk pena positif, kita bisa melonggarkan cengkeraman stres sehari-hari.

12. Tertawalah terbahak-bahak! Tiga besar cara untuk menceriakan hari Anda: Bermain dengan binatang perliharaan; Berjalan dengan istri dan atau anak Anda; berkomunikasi dengan teman-teman yang pandai mengocok perut.

13. Bicaralah sedikit dan dengarlah lebih banyak. Kita memiliki dua telinga, satu mulut – semua itu ada alasannya.

Mengizinkan perubahan-perubahan sederhana untuk memasukkan pilihan positif dalam hidup Anda akan membuka pintu kesempatan bagi Anda untuk bersinar sebagai anak Raja. Ini adalah tahun perubahan – terimalah!

Source : cbn.com

Diabetes melitus atau kencing manis telah menjadi masalah kesehatan dunia. Jumlah penderita penyakit ini terus meningkat drastis, termasuk di Indonesia. Salah satu upaya pencegahan yang bisa dilakukan adalah pengaturan pola makan yang baik.

Dari strategi tersebut, berbagai penelitian telah menunjukkan, mengganti jenis makanan yang dikonsumsi efektif untuk mengontrol kadar gula darah. Salah satunya adalah dengan mengganti nasi putih dengan nasi merah atau roti dari serelia utuh.

Publikasi terbaru dari peneliti Harvard yang dimuat dalam Archives of Internal Medicine menyebutkan, beras merah dan bahan makanan dari serelia utuh merupakan pilihan yang lebih sehat bagi penderita diabetes karena menaikkan gula darah perlahan-lahan.

Pengetahuan mengenai manfaat beras merah untuk diabetes memang bukan hal baru, namun hingga kini nasi putih masih jadi favorit banyak orang. Dalam sebuah penelitian terhadap 200.000 orang Amerika diketahui, mereka yang makan nasi putih memiliki risiko diabetes 17 persen lebih tinggi dibanding yang jarang makan nasi.

Sebaliknya, orang yang makan beras merah risikonya untuk terkena diabetes turun hingga 11 persen. Manfaat yang sama juga ditemukan jika kita mengganti nasi putih dengan serelia utuh, termasuk roti atau pasta.

Konsumsi bahan pangan yang tinggi serat berhasil menurunkan risiko diabetes karena dapat menurunkan level gula darah dan insulin serta mengurangi risiko progresi buruknya toleransi glukosa pada diabetes tipe 2.

Seperti halnya serelia utuh, beras merah juga kaya serat dan menghasilkan energi secara bertahap atau disebut juga memiliki indeks glikemik rendah. Karena itu, para ahli menyerukan agar 70 persen kebutuhan karbohidrat kita dipenuhi dari beras merah atau serelia utuh.

main_img

Menurut beberapa lembaga penelitian internasional, tempat seseorang menyimpan barang atau beraktivitas sangat berpengaruh kepada kesehatan orang tersebut. Jadi, apabila Anda salah melakukan hal tersebut maka sangat dimungkinkan tubuh Anda akan mengalami masalah.

Berikut 6 lokasi yang bisa mengganggu kesehatan Anda dan tempat terbaik untuk mengoptimalkan kesehatan Anda.

1. Menaruh sikat gigi Anda

Tempat terburuk: Wastafel kamar Mandi

Tidak ada yang salah dengan wastafel sendiri sebenarnya, tetapi jarak yang cukup dekat dengan toilet menjadikan hal itu sedikit “berbahaya”! Tahukah Anda bahwa ada 3.200.000 mikroba per inci persegi di toilet, dan semua kuman itu berjalan sejauh 6 kaki setiap kali Anda berkumur-kumur dan membuang air kumuran tersebut ke dalam wastafel. Tanpa Anda sadari,  kuman-kuman tersebut akhirnya tersebar ke lantai kamar mandi, wastafel, dan tentunya sikat gigi Anda.

Tempat terbaik: Kecuali Anda sudah membilasnya dengan air, simpanlah sikat gigi Anda selalu di tempat tertutup, seperti lemari obat atau lemari khusus untuk kebutuhan mandi.

2. Menyimpan sepatu dan sandal jepit

Tempat terburuk: Lemari Kamar Tidur

Berjalan ke dalam rumah menggunakan sepatu yang Anda pakai dari luar adalah sebuah tindakan yang kurang tepat dilakukan. Satu studi menemukan bahwa bahan rumput kimia yang berasal dari rumput sintetik dapat menyebabkan seseorang terkena alergi dan zat pencemar.

Tempat terbaik: Rak sepatu dan sendal yang Anda taruh di depan rumah merupakan tempat paling pas. Salah satu keuntungannya adalah zat-zat berbahaya yang dibawa oleh alas kaki Anda ketika beraktivitas di luar tidak masuk ke dalam rumah.

3. Tidur Nyenyak

Tempat terburuk: Di bawah tumpukan selimut

Menyelimuti diri dengan banyak selimut hanya membuat Anda cepat mengantuk, tetapi tidak membuat Anda menjadi tidur dengan nyaman. Untuk memudahkan Anda tidur, ciptakan suhu tubuh Anda tetap panas.

Tempat terbaik: Di bawah satu selimut. Agar pembuluh darah tubuh Anda dapat bekerja dengan baik mengenakan hanya satu selimut adalah pilihan sangat baik. Kenakanlah kaus kaki bila Anda masih merasa dingin saat tidur.

4. Mendinginkan makanan sisa

Tempat terburuk: Di lemari es

Hal ini mungkin akan mengejutkan banyak pembaca! Menempatkan sisa makanan panas langsung ke kulkas adalah resep pendinginan yang tidak merata dan mungkin dapat mengakibatkan keracunan makanan. Alasannya sederhana: butuh waktu lama untuk menciptakan lingkungan aman dari bakteri.

Tempat terbaik: Anda bisa dengan aman meninggalkan makanan dingin di meja hingga satu jam setelah memasak, atau mencoba menempatkan porsi besar ke dalam wadah yang lebih kecil dan lalu dimasukkan ke dalam lemari pendingin, yang memungkinkan makanan menjadi dingin lebih cepat.

5. Duduk di pesawat terbang

Tempat terburuk: Bagian belakang

Jika Anda rentan terhadap mabuk udara, hindari bagian belakang pesawat. Pikirkan pesawat seperti jungkat-jungkit – semakin jauh Anda dari pusat Anda, semakin sedikit gerakan naik-turun yang Anda alami. Karena ekor pesawat biasanya lebih panjang dari depan, yang mana Anda akan sering merasakan posisi naik.

Tempat terbaik: Pilihan tempat duduk yang sedekat mungkin dengan sayap mungkin.

6. Menggunakan headphone

Tempat terburuk: Pada pesawat terbang, kereta, atau kereta bawah tanah

Banyak dari kita mendengarkan musik ketika kita bepergian untuk meredam bising atau orang sekitar yang sedang mengobrol, namun studi menunjukkan bahwa kita sebenarnya sedang merusak telingat kita jika mendengarkan headphone di lingkungan yang bising. Peneliti Harvard menemukan bahwa dalam lingkungan cukup tenang, volume suara yang didengar seseorang cenderung lebih ramah. Tetapi ketika para peneliti menambahkan volume suara seperti suara gemuruh dari kabin pesawat, tingkat risiko kerusakan pendengaran jangka panjang sangatlah mungkin terjadi.

Tempat terbaik: Di mana pun Anda tidak perlu mengecangkan volume musik Anda ketika menikmatinya.

Source : MSNBC

Mata kita tidak bisa digunakan sebagai ukuran matang tidaknya sepotong daging.
Banyak orang enggan makan di tempat yang kurang bersih karena takut keracunan. Padahal, sebenarnya keracunan makanan bisa berawal dari dapur sendiri.

Berdasarkan data YLKI, tren kasus keracunan makanan meningkat tajam sejak tahun 2004. Sekitar 45 persennya terjadi pada anak-anak sekolah. Dan, sampai sekarang, kasus keracunan makanan tetap saja banyak terjadi silih berganti di berbagai daerah. Penyebabnya sangat beragam. Ada yang karena jajan sembarangan dan tidak sedikit juga karena menyantap olahan dapur rumahan.

“Riset membuktikan ternyata orang tidak terlalu berhati-hati dalam mengolah makanan seperti yang seharusnya,” kata Janet B Anderson, RD, profesor klinik bidang nutrisi dan ilmu makanan di Utah University. “Banyak orang percaya bahwa mereka sudah melakukan prosedur yang benar, padahal kenyataannya tidak.”

Berikut adalah beberapa kesalahan yang selama ini sering kita lakukan di dapur, yang akhirnya bisa menyebabkan keracunan makanan.

Hanya mencuci buah yang kulitnya bisa dimakan. Padahal, buah yang kulit dan bijinya tidak bisa dimakan, seperti pisang dan melon misalnya, bisa sama berbahayanya. Bakteri bisa berpindah dari kulit luar ke daging buah melalui pisau pemotong. Kesimpulannya, semua jenis buah-buahan harus dicuci.
Dianjurkan: Kupas juga kulit tomat, stroberi, dan paprika setelah dicuci.

Meninggalkan sisa makanan di atas kompor. Meninggalkan sisa makanan di panci di atas kompor, meski dengan tujuan supaya makanan tetap hangat, justru akan merusak makanan tersebut. Menghangatkan makanan—yang kita kira bisa mengurangi kemungkinan timbulnya racun—justru memberi hasil sebaliknya. Beberapa racun justru terbentuk karena makanan dihangatkan. Aturan yang benar: simpan sisa makanan di dalam kulkas. Hangatkan ketika jam makan hampir tiba.
Dianjurkan: Tempatkan sisa makanan yang masih hangat dalam wadah kecil dan tidak terlalu tinggi supaya makanan lebih cepat dingin. Jangan penuhi kulkas dengan wadah berisi makanan. Mengapa? Karena kulkas yang penuh jadi tidak bisa mengeluarkan udara dingin dengan efisien.

Memanggang daging hingga warna merahnya hilang. Penelitian di Kansas University mengatakan bahwa mata kita tidak bisa digunakan sebagai ukuran matang tidaknya sepotong daging. Contohnya, daging yang dibekukan akan cepat berubah warna menjadi coklat saat dimasak meski sebenarnya belum benar-benar matang. Sebaliknya, beberapa jenis daging cincang segar bisa tetap berwarna merah muda saat mencapai tingkat kematangan yang sempurna.

Satu-satunya cara untuk mengetahui tingkat kematangan daging yang benar adalah dengan menggunakan termometer daging. Daging disebut matang kalau suhunya sudah 71 derajat celsius atau lebih saat dimasak.
Dianjurkan: Kalau merasa daging yang dimasak belum cukup panas dan kita ingin memasaknya lebih lama, cuci dahulu termometer daging sebelum digunakan kembali untuk menghindari terjadinya kontaminasi.

Langsung mencuci sayuran. Saat membawa sayuran segar pulang dari swalayan, kita jadi ingin langsung membersihkannya dan menyimpannya dalam kulkas. Tetapi, kebiasaan ini justru bisa menyebabkan tumbuhnya jamur dan mikroba. Penyebabnya adalah kelembaban yang tertinggal dari air cucian, kata Linda J Harris, PhD, direktur riset keamanan makanan Western Institute, University of California. Sebaiknya, bersihkan sayur tepat sebelum kita mengolahnya.
Dianjurkan: Kupas lapisan luar selada dan kubis. Di bagian inilah kontaminasi paling banyak terjadi. Bersihkan juga bagian-bagian lainnya. Jangan gunakan sabun karena dapat meninggalkan residu berbahaya.

(Anna Roufos/Lily Turangan/Prevention Indonesia)

Atasi Mimisan Itu Simple

Posted: 2 June 2010 in Kesehatan/Health
Tags:
main_img

Mimisan atau pendarahan pada hidung dua kali lebih sering dialami oleh anak-anak daripada orang dewasa. Sedikit pukulan saja pada hidung anak Anda dapat memulai pendarahan. Pendarahan ini bisa disebabkan oleh luka, hidung terjepit, kemasukan benda atau bisa juga karena pemakaian obat-obatan pengencer darah dan juga bisa disebabkan oleh karena alergi yang menyebabkan iritasi hidung.

Pendarahan pada hidung umumnya terjadi hanya pada satu lobang hidung, kecuali karena penyakit darah atau luka berat pada hidung.

Darah yang keluar dari hidung, biasanya berasal dari bagian depan hidung dan berwarna merah terang. Darah dari belakang kerongkongan berasal dari daerah bagian belakang dan dapat berwarna gelap atau merah terang.

Hilangnya sejumlah darah dapat menyebabkan sakit kepala, pusing, dan sedikit sukar bernafas. Pendarahan berat dapat mengakibatkan tekanan darah rendah, detak jantung cepat, sukar bernafas dan muka mucat.

Untuk menghindari kepanikan, maka ada cara praktis untuk menanganinya. Dibawah ini ada beberapa tingkatan yang dapat di ikuti.

Menekan hidung.

Jika hidung mengeluarkan darah, jepit hidungnya dengan jari tangan. Lalu bernafaslah dengan mulut.

Duduk dengan tenang

Tetaplah duduk dengan tenang, dan miringkan kepala dengan benar sehingga darah tidak tertelan dan tercekik darah. Jangan miringkan kepala ke belakang, ataupun terlentang, dan jangan memasukkan tisu ke hidung. Buang darah yang masuk ke mulut dan tenggorokan.

Jangan mengorek hidung, karena hal tersebut dapat membuat pendarahan terjadi kembali.

Dapatkan bantuan

Jika pendarahan tidak berhenti dalam waktu 10 menit, segera dapatkan bantuan. Jaga posisi kepala agar tetap tegak, dan tetap jepit hidung hingga bantuan datang.

Pendarahan hidung sekalipun tergolong pendarahan ringan namun jika tidak segera di obati dapat berbahaya. Untuk itu segera bawa ke dokter.

Source : Segala Sesuatu Yang Perlu Anda Ketahui : Penyakit; Gramedia