Archive for the ‘Property/Interior’ Category

Membuat pagar dari elemen alam sebetulnya mudah. Hasilnya pun tentu terlihat alami, terlebih kalau dibandingkan dengan pagar tembok.

Pagar membatasi lahan milik seseorang dengan orang lain atau area publik. Sebagai sebuah pembatas, pagar dapat dibuat dari bahan yang masif dan kokoh, bisa juga dibuat dari elemen-elemen alami, misalnya tanaman dan batuan.

Pada foto, desain pagar lahir dan memiliki filosofi. Bentuk dan warnanya sesuai dengan karakter pemilik rumah. Pagar disusun dari batu alam palimanan, agar terkesan alami dengan nuansa krem, warna kesukaannya.

Pilihan back to nature memang disengaja, karena ia senang dengan segala sesuatu yang berbau alam. Lantaran itu pula, di pagar sepanjang 13 m, tinggi 1,5 m tersebut ditaruh beberapa pot tanaman, agar terkesan asri.

Pada pagar bagian atas, ditempatkan 3 buah bromelia dalam pot besar. Sedangkan bagian tengah pagar, beberapa tanaman adam-hawa yang diselingi portulaca diletakkan sejajar sepanjang taman. Bentuk dan jenis tanaman itu disesuaikan dengan tanaman yang sudah ada di taman di halaman.

Dilihat dari macamnya, memang bukan tanaman mahal. “Saya memilih jenis tanamannya, bukan berdasarkan harganya, tapi keindahannya. Dan tentu saja saya senangi,” ucap Nurhayati, pemilik rumah, yang mengaku mencintai tanaman sejak kecil. Karena itu tak heran, terjadi perpaduan yang selaras antara tanaman untuk pagar dan yang berada di taman. (Titik K/Garden/iDEA)

Tanaman memiliki pengaruh signifikan dalam mengurangi panasnya suhu ruangan. Dalam ruangan ber-AC , pemanfaatan tanaman dengan jumlah yang cukup akan bisa menurunkan suhu 3°C-5°C.

Selain itu, tanaman yang berdaun lebar memiliki kemampuan menyerap karbondioksida (CO2) yang lebih besar. Dalam satu manusia membutuhkan 2,9 kg oksigen (02) sehingga tanaman membantu mempercepat pengadaan 02 di ruangan pada siang hari.

Untuk kenyamanan ruang kerja, Anda dapat memanfaatkan tanaman, seperti lidah mertua (Sansevieria), Srigading (Dracaena Massangeana), Chrysantheium monfohum, Sri rezeki (Aglaonema modestum), dan tanaman berakar serabut.

Manfaatkan media tanam hidrogel yang cantik secara visual. Jangan lupa untuk rutin memberikan asupan air dan perhatikan kesehatan tanaman agar terhindar dari hama. (Sumber: Majalah IDEA)

Area bawah tangga terkenal sempit, tapi ternyata bukan mustahil dimanfaatkan jadi kamar mandi yang nyaman. Pakai batu alam, kamar mandi jadi terasa alami.

Area bawah tangga seringkali cuma jadi gudang atau ruang sisa, bahkan tak jarang tersia-siakan. Hal itu terjadi karena area ini sempit dan secara teknis sulit dimanfaatkan. Keterbatasan tadi coba diolah oleh pemilik rumah ini. Hasilnya, area bawah tangga di sini disulap jadi kamar mandi. Mau tahu caranya?

Berukuran 1,6 m x 2,55 m, kamar mandi yang satu ini boleh dibilang nyaman untuk beraktivitas, dalam hal ini mandi. Masalah pertama yang dihadapi adalah tinggi ruang yang tidak standar, hanya 1,8 m. Maklum saja bagian atasnya tertutup dak untuk anak tangga. Untuk mengakalinya muka lantai pun diturunkan hingga 50cm. Dengan demikian diperoleh tinggi plafon yang memenuhi standar kebutuhan minimal, yaitu 2,3m.

Salah satu rahasia solusi lain adalah masalah penataan ruang. Di sini tata ruang dimulai dari area kering yang mencakup wastafel dan kloset, lalu berujung pada area shower. Perlakuan pada lantai pun dibedakan di setiap area. Area kering menggunakan keramik antislip, sedangkan area shower menggunakan batu koral hitam. Batu ini sekaligus berguna sebagai alat pijat refleksi pada kaki, lho.

Sebagai aksen, permukaan dinding ruangan berlapis material kombinasi keramik putih 10 cm x10 cm dengan batu kali 10cmx10cm. Sifat tekstur batu yang kasar membuat ruangan lebih alami dan natural. Jendela jalusi yang mengarah ke taman belakang menjadikan arus pertukaran udara luar dan dalam menjadi lancar. Ruang pun sehat dan nyaman, walau hanya berada di bawah tangga.

source : IDEA

Walau dijaga benar-benar, ketika mandi pasti ada saja air yang tumpah ke luar. Kalau begini, mau menjaga kamar mandi tetap kering jadi susah. Jadi, bagaimana, dong?

Salah satu syarat kamar mandi sehat adalah kondisi ruangan yang tetap kering. Sebab, jika dibiarkan lembap, bakteri dan jamur jadi mudah berkembang biak. Tapi, yang namanya kamar mandi pasti terdapat cipratan air. Meski sudah menggunakan shower, cipratan air tetap sulit dibendung.

Memasang penghalang seperti shower curtain ternyata tidak banyak menyelesaikan masalah. Air memang sedikit terhalang, tapi keberadaan air di tepi area mandi ataupun bath tub hampir tak bisa dihindari. Apalagi, jika yang menggunakannya anak-anak. Air bisa sampai menggenang atau membanjiri bagian lain dari kamar mandi.

Tapi, tenang. Tidak ada masalah yang tak bisa diatasi. Untuk menyiasati hal ini, Anda bisa membuat sedikit cerukan di samping area mandi. Tak perlu terlalu dalam, cukup sekitar 5 cm dengan lebar 10 cm. Supaya tak membuat Anda tersandung, taburkan saja batu koral di dalamnya. Area sekitar tetap kering, kamar mandi pun tampak lebih manis. Jadi mendapat keuntungan ganda, deh.

Kalau dirasa belum cukup aman dari cipratan air, lengkapi juga dengan keset. Letakkan di sisi area mandi, tak jauh dari cerukan berisi batu koral tadi. Karena sudah diberi jarak sekitar 10 cm, air yang tumpah tentu tak akan terlalu banyak. Maka, Anda cukup mengelap lantai dengan keset untuk menjaganya agar tetap kering.

Tak sulit, bukan? Kalau kamar mandi bisa selalu kering, untuk mempercantik tampilannya pun menjadi lebih mudah. Bahkan, Anda bisa menggunakan parket di kamar mandi tanpa takut merusak lapisannya

source : IDEA