Posts Tagged ‘Allah’

Roma 8:14: Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.

Sebuah prinsip yang harus Anda pelajari untuk menemukan dan hidup dalam kehendak Allah adalah prinsip untuk berserah.

Kita telah dipindahkan dari kematian kepada kehidupan dengan karya Yesus Kristus di kayu salib.Untuk itu kita harus menyerahkan hidup kita untuk-Nya. Kita harus menyatakan kepada Tuhan, “Ini saya Tuhan, lakukanlah apa yang Engkau mau atasku.”

Saya masih remaja ketika saya merasa Tuhan memanggil saya untuk berkotbah. Saya pergi kepada hamba Tuhan dan berkata bawa Tuhan telah memanggil saya untuk berkotbah. Saya berkata, “Saya hanya mau tahu apa yang Tuhan mau agar saya lakukan. Jika Dia tidak memanggil saya untuk itu, lebih baik Dia beritahu saya.”

Hamba Tuhan itu menjawab, “Jack, pulanglah, jalani hidupmu di sekolah, di tim baseball-mu, dan dengan teman-teman sekelasmu. Hiduplah untuk Kristus setiap hari. Menangkan temanmu bagi Kristus, jadi ketika dia memanggilmu dan menunjukkan apa yang Ia mau untuk kamu lakukan, kamu akan siap.”

Itu adalah nasihat yang bagus. Dan nasihat itu yang saya berikan untuk Anda.

Berserahlah sepenuhnya kepada Tuhan. Naikkan doa sederhana ini, “Tuhan, Engkaulah penguasa hidupku. Saya akan lakukan apa yang Engkau mau agar aku lakukan, bukan apa yang aku inginkan.” Lalu ikuti apapun yang Tuhan pimpin untuk Anda lakukan. Demikianlah Anda hidup dalam kehendak Tuhan. (Penulis Jack Graham)

Mari katakan, “Ini aku Tuhan, aku akan lakukan kehendak-Mu.”

Tak Ada Yang Remeh

Posted: 22 April 2010 in Renungan/Devotion
Tags: ,
Mazmur 103:13
Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian Tuhan sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia”

Beberapa ibu yang memiliki anak kecil saling berbagi tentang jawaban-jawaban doa yang menguatkan. Seorang ibu mengakui bahwa ia merasa egois jika mengganggu Allah dengan berbagai kebutuhannya. “Jika dibandingkan dengan kebutuhan semua orang yang dihadapi oleh Allah, keadaan saya pasti tampak remeh baginya,” jelasnya.

Beberapa saat kemudian, anak lelaki ibu itu berlari sambil menjerit karena jarinya terjepit pintu. Sang ibu tidak mengatakan, “betapa egoisnya kamu mengganggu Ibu dengan jarimu yang sakit pada saat Ibu sedang sibuk!” Tidak, ia justru menunjukkan belas kasih dan kelembutan yang besar.

Mazmur 103:13 mengingatkan kita bahwa itu adalah respon kasih, yang ditunjukkan baik oleh Allah maupun manusia. Dalam Yesaya 49, Allah mengatakan bahwa sekalipun seorang ibu melupakan anaknya, Tuhan tidak akan melupakan anak-anaknya (ayat 15). Allah meyakinkan umat-Nya, “Aku melukiskan engkau di telapak tangan-Ku” (ayat 16).

Keintiman dengan Allah semacam itu hanya dimiliki oleh mereka yang takut kepada-Nya, yang bersandar kepada Allah dan bukan kepada dirinya sendiri. Seperti anak kecil yang jarinya sakit berlari ke arah ibunya dengan bebas, demikian juga kita dapat berlari kepada Allah dengan segala masalah sehari-hari kita.

Allah kita yang penuh belas kasih tidak mengabaikan orang lain hanya karena Dia sedang menaruh perhatian kepada Anda. Dia memiliki waktu dan kasih yang tidak terbatas bagi masing-masing anak-Nya. tidak ada kebutuhan manusia yang dianggap-Nya remeh.

Allah menanggung beban dunia di pundak-Nya dan menggenggam anak-anakNya dalam telapak tangan-Nya

Ketika Allah Diam

Posted: 20 April 2010 in Renungan/Devotion
Tags: ,
Yesaya 26:4
“Percayalah kepada TUHAN selama-lamanya, sebab TUHAN ALLAH adalah gunung batu yang kekal.”

Apa respon Anda ketika seseorang yang Anda mintakan tolong tidak melakukan apa-apa alias diam? Jengkel, marah, dendam, atau malah bersedih? Dan bagaimana bila yang menunjukkan sikap diam tersebut adalah Allah sendiri? Apakah Anda masih akan mempercayai-Nya atau malah mengambil keputusan untuk berpaling dari-Nya dan memilih kepercayaan lain?

Seorang bernama Kirk terkenal di kotanya sebagai pemuda yang taat beribadah dan tidak pernah melakukan berbagai kejahatan. Dibanding dengan teman-temannya yang lain, tingkat rohaninya bisa dikatakan lebih bagus. Namun, sebuah peristiwa kematian orang yang dicintainya mengubahnya menjadi pengikut aliran sesat.

Tentang hal ini, Kirk mempunyai alasan, “Jika Allah itu memang ada, tidak akan ada orang-orang di dunia ini yang merasakan penderitaan kelaparan; Jika Dia memang ada maka perang antarnegara pasti bisa dihentikan; Dan jika Dia memang benar-benar nyata maka ketika saya berdoa meminta kesembuhan untuk kekasih saya, ia pasti menyembuhkannya.”

Mungkin saat ini banyak dari Anda yang berpikir seperti Kirk yang memandang Allah sebagai penjawab doa umat-Nya – Tuhan yang menggenapi setiap kemauan anak-anakNya. Namun, sayangnya Dia tidak seperti itu. Ada kala memang Dia menjawab apa yang didoakan manusia, tetapi ada waktu dimana Dia berdiam diri.

Allah diam bukanlah untuk membuat kita tersiksa atau sekedar mencobai, tetapi murni untuk mengajar dan membuat hidup kita agar lebih dipenuhi kasih karunia. Dia tidak berbuat apa-apa bukan berarti Dia membiarkan kita untuk selamanya. Dia diam hanyalah untuk sementara. Jadi, yakinlah dan tetaplah memiliki telinga yang peka kepada Allah karena bila waktunya tiba, Dia akan menjawab setiap doa Anda.

Saat Anda berdoa dan Allah sepertinya diam, percayalah Dia mendengarkan. Allah sedang menunggu saat yang tepat untuk menjawab doa-doa Anda.