Posts Tagged ‘berkat’

main_img

Anda dapat memilih dengan siapa Anda berkawan, namun Anda tidak bisa memilih siapa yang akan menjadi rekan kerja Anda. Begitu Anda masuk dalam sebuah kantor baru, maka Anda akan menghabiskan waktu delapan jam atau lebih dalam sehari dengan orang yang kadang tidak cocok dengan Anda. Jadi, bagaimana Anda bisa membuat suasana kerja tetap menyenangkan, damai dan saling peduli satu sama lain?

Anda bisa melakukan hal-hal sederhana, seperti membawa sarapan dan berbagi dengan rekan kerja Anda. Beberapa perusahaan memulai setiap rapat dengan tiga menit keheningan untuk menciptakan istirahat secara psikologis diantara kegiatan. Temukan cara-cara untuk membangun hubungan agar lebih menyenangkan.

Tetapi kadang kesulitan yang dialami lebih dalam lagi, bahkan Anda tidak cocok dengan atasan Anda. Bagaimana mengatasinya?

Cobalah lihat dari sisi pandang orang tersebut

Dengan melihat melalui cara pandang atasan Anda, maka Anda dapat berempati terhadap orang tersebut. Mungkin saja di hari itu, orang tersebut sedang mengalami masalah di rumah tangganya, atau dalam perjalanan menuju ke kantor dia mengalami masalah di jalan. Dengan berempati kepada orang lain, maka Anda mengembangkan sikap toleransi terhadap tindakan dan perlakuan orang tersebut.

Merenungkan kebaikan

Setiap orang memiliki sisi baik dan buruknya sendiri. Setiap pagi, ketika memulai hari Anda renungkanlah apa yang baik, apa yang indah dan positif. Perkatakan hal-hal yang positif tentang teman, rekan kerja Anda bahkan bos Anda.

Dengan berpusat kepada kebaikan orang lain, maka Anda akan melihat bahwa segala sesuatu yang ia kerjakan memiliki niat baik di dalamnya. Selain itu, Anda juga mulai mengubah pola pikir dari berpusat pada apa yang baik untuk diri Anda, menjadi apa yang baik bagi sekeliling Anda.

Berdoa bagi rekan kerja Anda

Hampir sebagian waktu produktif kita, dihabiskan di lingkungan kerja. Orang-orang dimana Anda bekerja setiap hari, hampir bahkan mungkin lebih sering berinteraksi dengan Anda dari pada keluarga Anda.

Rekan-rekan kerja dan pemimpin Anda memiliki masalah, rasa tertekan dan deadline masing-masing. Akan sangat berarti bagi mereka, jika Anda mendukung mereka dalam dalam doa. Anda bukan saja menabur dalam hidup mereka, namun juga Anda menumbuhkan kepedulian kepada teman, rekan dan pemimpin Anda.

Apapun pekerjaan Anda hari ini, itu adalah sebuah anugrah dari Tuhan agar Anda bisa berkarya dan memuliakan Dia melalui apa yang Anda hasilkan, bahkan juga melalui cara Anda bekerja dan bergaul di lingkungan kerja. Jadi, mulai hari ini bekerjalah seperti Tuhan adalah bos Anda yang selalu hadir bersama Anda.

Source : Adaptasi dari Oprah.com

Advertisements

Menata Berkat

Posted: 25 May 2010 in Renungan/Devotion
Tags:

Menata Berkat

Amsal 16:16
“Memperoleh hikmat sungguh jauh melebihi memperoleh emas, dan mendapat pengertian jauh lebih berharga dari pada mendapat perak.”

Haiti dan Republik Dominika merupakan dua negera bertetangga di sebuah pulau tropis. Meski bersebelahan, keadaan alamnya sangatlah bertolak belakang. Di Republik Domonika, hamparan hutan hijau menjanjikan alam eksotik yang menarik banyak turis dari seluruh penjuru dunia. Pemerintah Republik Dominika pun memperoleh banyak devisa sehingga kesejahteraan rakyatnya terjamin. Namun, tidak demikian di Haiti. Maraknya penebangan hutan secara liar selama bertahun-tahun telah menggersangkan alam Haiti. Hutan-hutan gundul, bencana alam selalu terjadi, dan kemiskinan merajalela.

Tuhan memberkati kita, anak-anak-Nya, dengan berlimpah. Segala segi kehidupan kita tak luput dari curahan berkat-berkat-Nya. Dengan kata lain, Tuhan tidak menginginkan kita hidup berkekurangan. Namun kenyataannya banyak orang yang seharusnya hidup dalam limpahan berkat Tuhan ternyata masih berkesusahan. Mengapa? Karena mereka diberkati tetapi tidak tahu bagaimana harus menggunakan berkat-berkat itu dengan bijaksana.

Tuhan Yesus menggambarkan ironi ini dengan perumpamaan tentang anak yang hilang. Tokoh si anak bungsu adalah gambarang orang-orang yang tidak dapat mengelola apa yang diterimanya dengan baik. Hal ini semakin dipertegas dengan apa yang terjadi dengannya setelah meninggalkan rumah bapanya. Dengan cepat ia menjadi miskin, kelaparan, dan tak berpengharapan. Akibatnya, keadaanya sekarang tidak berbeda dengan orang yang tidak pernah mengalami hidup berkelimpahan berkat.

Jika hari ini Anda berdoa kepada Tuhan, janganlah hanya meminta berkat kepada-Nya. Mintalah juga hikmat untuk mengelola berkat-berkat tersebut. Bukan hanya keuangan, tetapi pekerjaan dan rumah tangga pun harus kita kelola dengan bijaksana.

Orang yang tahu mengelola berkat sedang menjauhkan dirinya dari jerat kesusahan.