Posts Tagged ‘hidup’

Roma 8:14: Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.

Sebuah prinsip yang harus Anda pelajari untuk menemukan dan hidup dalam kehendak Allah adalah prinsip untuk berserah.

Kita telah dipindahkan dari kematian kepada kehidupan dengan karya Yesus Kristus di kayu salib.Untuk itu kita harus menyerahkan hidup kita untuk-Nya. Kita harus menyatakan kepada Tuhan, “Ini saya Tuhan, lakukanlah apa yang Engkau mau atasku.”

Saya masih remaja ketika saya merasa Tuhan memanggil saya untuk berkotbah. Saya pergi kepada hamba Tuhan dan berkata bawa Tuhan telah memanggil saya untuk berkotbah. Saya berkata, “Saya hanya mau tahu apa yang Tuhan mau agar saya lakukan. Jika Dia tidak memanggil saya untuk itu, lebih baik Dia beritahu saya.”

Hamba Tuhan itu menjawab, “Jack, pulanglah, jalani hidupmu di sekolah, di tim baseball-mu, dan dengan teman-teman sekelasmu. Hiduplah untuk Kristus setiap hari. Menangkan temanmu bagi Kristus, jadi ketika dia memanggilmu dan menunjukkan apa yang Ia mau untuk kamu lakukan, kamu akan siap.”

Itu adalah nasihat yang bagus. Dan nasihat itu yang saya berikan untuk Anda.

Berserahlah sepenuhnya kepada Tuhan. Naikkan doa sederhana ini, “Tuhan, Engkaulah penguasa hidupku. Saya akan lakukan apa yang Engkau mau agar aku lakukan, bukan apa yang aku inginkan.” Lalu ikuti apapun yang Tuhan pimpin untuk Anda lakukan. Demikianlah Anda hidup dalam kehendak Tuhan. (Penulis Jack Graham)

Mari katakan, “Ini aku Tuhan, aku akan lakukan kehendak-Mu.”

Advertisements
detail_img

Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.” (Kej 22:2). Firman yang berikut ini sudah begitu seringkali kita dengar dan dikhotbahkan dalam berbagai acara. Firman ini sarat dengan pengorbanan dan ketaatan Abraham terhadap perintah Tuhan, dia mau mengorbankan anaknya sendiri yang diminta Tuhan.

Sebelumnya, mari kita lihat sifat Abraham. Pada waktu itu, Tuhan memanggil Abraham untuk keluar dari tempat tinggal ayah ibunya dan pergi ke tanah yang akan Tuhan berikan padanya. Abraham taat pergi mengikuti kata Tuhan. Mungkin kalau dalam keadaan sekarang, kita bisa dianggap gila karena mengikuti begitu saja tanpa tahu kemana tujuan yang pasti, apa yang harus dilakukan. Tapi Abraham taat.

Kemudian, di lain cerita dikatakan Abraham dan Lot mempunyai banyak harta sehingga tempat mereka tinggal tidak dapat lagi menampung mereka. Mereka pun kemudian mencari tempat tinggal baru. Pada saat menemukan tempat tersebut, Abraham yang saat itu masih bernama Abram, berkata kepada Lot agar Lot yang menentukan kemana dia mau melangkah lebih dahulu. Jika Lot memilih ke timur, maka Abram ke barat.

Abraham yang merupakan paman dari Lot, yang ditentukan Tuhan sebagai penerima berkat dan disertai Tuhan, mau menyerahkan keputusan tersebut ke tangan Lot. Dan seperti yang kita ketahui, Lot memilih bagian timur, bagian yang paling subur. Lot mungkin tidak peduli bahwa pada saat itu, Abraham yang merupakan pamannya mendapatkan tempat yang kurang subur. Saat Lot sudah berpisah dengan Abraham, apa yang terjadi kemudian?

Tuhan katakan kepada Abraham, “Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan, sebab seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya.” (Kej 13:14-15).

Tuhan memberikan semua tempat yang dipandang oleh Abraham saat itu kepadanya, dari segala sisi termasuk sisi timur, tanah pilihan Lot, diberikan Tuhan kepada Abraham. Semuanya hanya karena satu, Abraham rendah hati dan taat mengikuti perintah Tuhan.

Mari kita bawa situasi Abraham ketika diminta Tuhan untuk mempersembahkan Ishak sebagai korban ke dalam kehidupan kita. Sudah puluhan tahun kita tidak punya anak dan keturunan. Ketika lahir, anak kita diminta. Mungkin sebagai seorang kepala rumah tangga, sang suami mungkin akan berkonsultasi dengan istrinya, apa yang harus dilakukan. Tapi di Alkitab tidak disebutkan, jadi kemungkinan Abraham tidak berkonsultasi dengan Sara tapi dengan penuh keteguhan hati dia siap menyerahkan Ishak kepada Tuhan.

Apa yang membuatnya seperti itu? FOKUS. Dia memfokuskan dirinya kepada Sang Pencipta, yang memberikan kepadanya Ishak. Abraham tahu bahwa Tuhanlah yang memberikan Ishak kepadanya jadi Tuhan berhak atas apa saja. Apakah menurut Anda sementara Abraham mempersiapkan Ishak menjadi korban, domba yang telah disediakan Allah sudah ada atau belum? Kemungkinan, domba itu sudah ada walaupun memang Alkitab tidak menyebutkan hal itu.

Domba pengganti Ishak sudah ada tapi Abraham tidak memandang sekeliling, dia hanya fokus kepada Penciptanya dan tujuannya datang ke sana. Saat fokus kita hanya kepada Tuhan, maka sebenarnya Dia sudah menyiapkan semuanya untuk kita

Itulah yang menjadi masalah kita pada umumnya sebagai umat Tuhan. Fokus. Kemanakah fokus Anda? Apakah ada ‘Ishak-Ishak’ yang menghalangi Anda untuk menyembah, melakukan perintah, menaati, memperhatikan, dan mengutamakan Tuhan? Siapakah ‘Ishak’ ada di dalam diri Anda? Apa ‘Ishak’ itu dalam diri Anda? ‘Ishak-Ishak’ itu dapat menghalangi Anda untuk dekat Tuhan. Anda akan lebih memperhatikan, entah itu kekayaan, kehormatan, kedudukan, keuangan, kesehatan, anak-anak Anda, ataupun hal berharga lainnya bagi Anda daripada Tuhan itu sendiri, sumber segalanya.

Segala sesuatu dalam hidup ini adalah sebuah pelajaran. Ketika Anda berhadapan dengan situasi yang sulit, pikirkanlah apa yang bisa Anda pelajari dari
situasi itu dan bagaimana Anda bisa mendapatkan keuntungan dari
dalamnya. Apa yang tidak bisa membunuh Anda, akan membuat Anda lebih
kuat. Segala sesuatu yang Anda lakukan dan setiap keputusan yang Anda
buat, apakah besar atau kecil, semuanya penting.

Untuk Apakah Anda Hidup?

Posted: 13 April 2010 in Book's Review
Tags:

“Pikirkanlah buku ini sebagai sebuah percakapan di antara kita berdua saja. Kita sedang duduk sambil minum kopi, berbicara tentang hal-hal yang paling berarti. Jadi, mari kita mulai—mari kita berbicara tentang kehidupan.” —PAT WILLIAMS

Terlalu banyak orang mencari pemenuhan dalam hal-hal yang tidak pernah bisa memenuhi kebutuhan dasar manusia akan kepuasan dan keberartian—hal-hal seperti uang, popularitas, kekuasaan, dan kesenangan. Jika Anda tidak begitu yakin dengan dasar pikiran itu, tanyakanlah diri Anda sendiri mengapa ada begitu banyak orang yang sengsara betapapun mereka terkenal, kaya, berkuasa, atau hedonistik. Kita benar-benar dibentuk untuk sesuatu yang lebih.

Jika Anda pernah menanyakan diri Anda sendiri, Apakah semuanya itu saja? Buku ini akan memberikan Anda sebuah perspektif baru. Pat Williams mengambil pengalaman-pengalaman hidupnya sendiri dan dari kehidupan para sahabat dan kenalannya—termasuk banyak orang yang telah memperoleh semua uang, popularitas, kekuasaan, dan kesenangan yang diinginkan siapapun. Jika Anda pernah merasa kecewa tentang kehidupan, buku ini dapat membantu Anda untuk menemukan sebuah arah baru.

Jangan hanya menandai waktu sampai kehidupan Anda berakhir. Hikmat dalam halaman-halaman buku ini akan memampukan Anda untuk benar-benar membuat hidup Anda diperhitungkan bagi kekekalan. Inilah hal-hal yang layak untuk dihidupi … dan hal-hal yang untuknya kita layak mati.

Buku ini penuh dengan kisah yang akan mencengkeram Anda dengan kuat. Buku ini juga dikemas dengan prinsip dan wawasan yang mengubah hidup yang dapat Anda praktikkan sekarang juga. —TOM OSBORNE Direktur Atletik, University of Nebraska

Pat Williams membawa sebuah panggilan untuk bangkit bagi setiap orang yang memercayai Kristus. —KAREN KINGSBURY Penulis buku laris Sunrise Series New York Times

Pengarang: Pat Williams, Penerbit: Light Publishing

2 Hal Penting Dalam Kehidupan

Posted: 12 April 2010 in Video
Tags: ,

Video yang dapat menuntun kita untuk mengerti apa yang harus kita miliki di dalam hidup ini agar kita bisa hidup sukses dan bahagia.