Posts Tagged ‘kehidupan’

detail_img

Dia yang diambil dari tulang rusuk. Jika Tuhan mempersatukan dua orang yang berlawanan sifatnya, maka itu akan menjadi saling melengkapi.

Dialah penolongmu yang sepadan, bukan lawan yang sepadan. Ketika pertandingan dimulai, dia tidak berhadapan denganmu untuk melawanmu, tetapi dia akan berada bersamamu untuk berjaga-jaga di belakang saat engkau berada di depan, atau segera mengembalikan bola ketika bola itu terlewat olehmu, dialah yang akan menutupi kekuranganmu.

Dia ada untuk melengkapi yang tak ada dalam laki-laki: perasaan, emosi, kelemahlembutan, keluwesan, keindahan, kecantikan, rahim untuk melahirkan, mengurusi hal-hal yang kadang dianggap sepele hingga ketika kau tidak mengerti hal-hal itu, dialah yang akan menyelesaikan bagiannya. Tanpa kau sadari ketika menjalankan sisa hidupmu, kau menjadi lebih kuat karena kehadirannya di sisimu.
Jika ada makhluk yang sangat bertolak belakang, kontras dengan lelaki, itulah wanita. Jika ada makhluk yang sanggup menaklukkan hati hanya dengan sebuah senyuman, itulah wanita.

Ia tidak butuh argumentasi hebat dari seorang laki-laki… tetapi ia butuh jaminan rasa aman darinya karena ia ada untuk dilindungi.. .. Tidak hanya secara fisik tetapi juga emosi. Ia tidak tertarik kepada fakta-fakta yang akurat, bahasa yang teliti dan logis yang bisa disampaikan secara detail dari seorang laki-laki, tetapi yang ia butuhkan adalah perhatiannya, kata-kata yang lembut, ungkapan-ungkapan sayang yang sepele namun baginya sangat berarti, membuatnya aman di dekatmu….
Batu yang keras dapat terkikis habis oleh air yang luwes, sifat laki-laki yang keras ternetralisir oleh kelembutan wanita. Rumput yang lembut tidak mudah tumbang oleh badai dibandingkan dengan pohon yang besar dan rindang… seperti juga di dalam kelembutannya di situlah terletak kekuatan dan ketahanan yang membuatnya bisa bertahan dalam situasi apapun.

Ia lembut bukan untuk diinjak, rumput yang lembut akan dinaungi oleh pohon yang kokoh dan rindang. Jika lelaki berpikir tentang perasaan wanita, itu sepersekian dari hidupnya tetapi jika wanita berpikir tentang perasaan lelaki, itu akan menyita seluruh hidupnya…

Karena wanita diciptakan dari tulang rusuk laki- laki, karena wanita adalah bagian dari laki-laki. Apa yang menjadi bagian dari hidupnya, akan menjadi bagian dari hidupmu. Keluarganya akan menjadi keluarga barumu, keluargamu pun akan menjadi keluarganya juga. Sekalipun ia jauh dari keluarganya, namun ikatan emosi kepada keluarganya tetap ada karena ia lahir dan dibesarkan di sana karena mereka, ia menjadi seperti sekarang ini. Perasaannya terhadap keluarganya, akan menjadi bagian dari perasaanmu juga… karena kau dan dia adalah satu…. dia adalah dirimu yang tak ada sebelumnya.

Wanita diciptakan dengan tugas spesial maka ia punya kekuatan khusus. Wanita punya dua ratus bagian bergerak yang berfungsi banyak. Bisa menyiapkan makanan, merangkul beberapa anak sekaligus, bisa memeluk dan melegakan seseorang, baik karena jatuh atau luka hati. Wanita harus bisa menyembuhkan diri sendiri jika sakit. Wanita bisa bekerja delapan belas jam sehari. Wanita lembut di luar, tetapi sangat kuat di dalam.

Wanita didisain serta dirancang dengan sangat istimewa karena mereka memang istimewa. Tetapi sayang banyak wanita tidak menyadari dirinya sendiri. Banyak wanita merasa tidak bisa berbuat banyak, sehingga menarik diri untuk berperan. Padahal wanita sudah diciptakan dengan segala kelengkapannya, Yang bahkan membuatnya bisa menolong pria.

Hari ini biarlah para wanita bangkit untuk menjadi pribadi bermakna bagi setiap orang dalam hidupnya. Dan biarlah para pria bangkit untuk menghargai setiap wanita dalam hidupnya, sebab pria dan wanita sama-sama istimewa.

Sumber : generasi minyak anggur

Advertisements
detail_img

Berapa umur kita saat ini? 25 tahun, 35 tahun, 45 tahun atau bahkan 60 tahun… Berapa lama kita telah melalui kehidupan kita? Berapa lama lagi sisa waktu kita untuk menjalani kehidupan? Tidak ada seorang pun yang tahu kapan kita mengakhiri hidup ini.

Matahari terbit dan kokok ayam menandakan pagi telah tiba. Waktu untuk kita bersiap melakukan aktivitas, sebagai karyawan, sebagai pelajar, sebagai seorang profesional, dll. Kita memulai hari yang baru. Macetnya jalan membuat kita semakin tegang menjalani hidup.

Terlambat sampai di kantor, itu hal biasa. Pekerjaan menumpuk, tugas dari boss yang membuat kepala pusing, sikap anak buah yang tidak memuaskan, dan banyak problematika pekerjaan harus kita hadapi di kantor.

Tak terasa, siang menjemput. “Waktunya istirahat..makan…makan..” Perut lapar, membuat manusia sulit berpikir. Otak serasa buntu. Pekerjaan menjadi semakin berat untuk diselesaikan. Matahari sudah berada tepat di atas kepala. Panas betul hari ini…

Akhirnya jam istirahat selesai, waktunya kembali bekerja… Perut kenyang, bisa jadi kita bukannya semangat bekerja malah ngantuk. Aduh tapi pekerjaan kok masih banyak yang belum selesai. (Belum lagi kalau terkadang harus menghadapi ‘manusia-manusia sulit’ yang menghambat pekerjaan kita)

Mulai lagi kita kerja, kerja dan terus bekerja sampai akhirnya terlihat di sebelah barat…Matahari telah tersenyum seraya mengucapkan selamat berpisah. Gelap mulai menjemput. Lelah sekali hari ini. Sekarang jalanan macet. Kapan saya sampai di rumah?

Badan pegal sekali, dan badan rasanya lengket. Nikmat nya air hangat saat mandi nanti. Segar segar…Ada yang memacu kendaraan dengan cepat supaya sampai di rumah segera, dan ada yang berlarian mengejar bis kota bergegas ingin sampai di rumah.
Dinamis sekali kehidupan ini. Waktunya makan malam tiba. Ibu kita telah menyiapkan makanan kesukaan kita. “Ohh..ada sop ayam” atau “Wah soto daging buatan ibu memang enak sekali”, anak memuji masakan Ibunya. Itu juga kan yang sering kita lakukan….Selesai makan, bersantai sambil nonton TV. Tak terasa heningnya malam telah tiba.

Lelah menjalankan aktivitas hari ini, membuat kita tidur dengan lelap. Terlelap sampai akhirnya pagi kembali menjemput dan mulailah hari yang baru lagi. Kehidupan..ya seperti itulah kehidupan di mata sebagian besar orang. Bangun, mandi, bekerja, makan, dan tidur adalah kehidupan.

Jika pandangan kita tentang arti kehidupan sebatas itu, mungkin kita tidak ada bedanya dengan hewan yang puas dengan bisa bernapas, makan, minum, melakukan kegiatan rutin, tidur. Siang atau malam adalah sama. Hanya rutinitas… sampai akhirnya maut menjemput. Memang itu adalah kehidupan tetapi bukan kehidupan dalam arti yang luas. Sebagai manusia jelas memiliki perbedaan dalam menjalankan kehidupan.

Kehidupan bukanlah sekedar rutinitas. Kehidupan adalah kesempatan untuk kita mencurahkan potensi diri kita untuk orang lain. Kehidupan adalah kesempatan untuk kita berbagi suka dan duka dengan orang yang kita sayangi. Kehidupan adalah kesempatan untuk kita bisa mengenal orang lain. Kehidupan adalah kesempatan untuk kita melayani setiap umat manusia. Kehidupan adalah kesempatan untuk kita mencintai pasangan kita, orang tua kita, saudara, serta mengasihi sesama kita.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita belajar dan terus belajar tentang arti kehidupan. Kehidupan adalah kesempatan untuk kita selalu mengucap syukur kepada Yesus. Kehidupan adalah… dan lain sebagainya.

Begitu banyak kehidupan yang bisa kita jalani. Berapa tahun kita telah melalui kehidupan kita? Berapa tahun kita telah menjalani kehidupan rutinitas kita? Akankah sisa waktu kita sebelum ajal menjemput hanya kita korbankan untuk sebuah rutinitas belaka? Kita tidak tahu kapan ajal akan menjemput, mungkin 5 tahun lagi, mungkin 1 tahun lagi, mungkin sebulan lagi, mungkin besok, atau mungkin 1 menit lagi.

Hanya Tuhanlah yang tahu…Pandanglah di sekeliling kita…ada segelintir orang yang membutuhkan kita. Mereka menanti kehadiran kita. Mereka menanti dukungan kita. Orang tua, saudara, pasangan, anak, sahabat dan sesama…… Serta Tuhan yang setia menanti ucapan syukur dari bibir kita. Bersyukurlah pada-Nya setiap saat bahwa kita masih dipercayakan untuk menjalani kehidupan ini. Buatlah hidup ini menjadi suatu ibadah. Selamat menjalani hidup yang lebih berkualitas.

Sumber : generasi minyak anggur

detail_img

“Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya.” (Mazmur 37:23)

Setiap orang di dunia memiliki pandangan berbeda-beda mengenai kehidupan; ada yang melihatnya bak air sungai yang mengalir, ada yang menanggap seperti roda yang berputar. Namun, apa pun pendapat mereka, ada satu hal yang sama yang mereka percayai bahwa menjalani kehidupan di bumi ini tidaklah mudah.

Anggaplah Anda adalah orang-orang yang memiliki otak yang cerdas, pandai memecahkan masalah, dan memiliki adaptasi lingkungan yang bagus, ‘apakah semua ini menjadi jaminan bahwa kehidupan Anda akan baik-baik saja?’ Melihat fakta yang ada, belum tentu. Kita pasti akan menemui berbagai kesulitan-kesulitan selama bernafas. Namun, hendaknya janganlah menjadikan semua itu sebagai suatu alasan untuk hidup tawar hati dan putus asa.

Saat-saat sukar dalam kehidupan sebenarnya adalah faktor penyebab kita dapat bertumbuh; itulah saat iman kita dikembangkan. Itulah saat Tuhan sedang mengerjakan sesuatu dalam kehidupan kita. Itu mungkin tidak menyenangkan. Kita mungkin tidak menyukainya, tetapi jika kita dapat memelihara sikap yang benar, Tuhan telah berjanji untuk memakai kesultan itu demi kebaikan kita. Ia akan memakainya demi keuntungan kita.

Jika Tuhan harus menyikirkan kesukaran, Anda tidak akan siap terhadap apa yang Dia simpan untuk Anda. Ini memang sulit dipahami namun ketika Anda mulai mempercayakan kehidupan kepada Tuhan dan mengikuti setiap proses yang tidak menyenangkan tersebut, Anda akan  melihat bahwa iman Anda sedang dikuatkan dan pribadi Anda sedang berkembang menjadi seperti yang Dia inginkan.

Firman Tuhan hari ini berkata bahwa, “Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah” (Roma 8:28). Anda mungkin dalam suatu keadaan yang sulit hari ini. Anda mungkin berada di tempat yang sukar dalam pernikahan Anda atau pekerjaan Anda; mungkin sedang kesulitan dalam keuangan Anda. Namun, dengarlah hal ini, ‘Tuhan tidak akan mengizinkan suatu kesulitan datang dalam kehidupan Anda kecuali Dia memiliki maksud. Walaupun ada saat di mana kita tidak mengerti apa yang sedang kita lalui atau mengapa, tetapi kita harus belajar untuk percaya kepada Tuhan dan percaya bahwa semua ini akan mendatangkan kebaikan dalam hidup kita.’

Segala sesuatu dalam hidup ini adalah sebuah pelajaran. Ketika Anda berhadapan dengan situasi yang sulit, pikirkanlah apa yang bisa Anda pelajari dari
situasi itu dan bagaimana Anda bisa mendapatkan keuntungan dari
dalamnya. Apa yang tidak bisa membunuh Anda, akan membuat Anda lebih
kuat. Segala sesuatu yang Anda lakukan dan setiap keputusan yang Anda
buat, apakah besar atau kecil, semuanya penting.