Posts Tagged ‘panggilan’

Dia Saja Tuhan, Jangan Saya

Posted: 20 August 2010 in Renungan/Devotion
Tags:
II Korintus 4:11
“Sebab kami yang masih hidup ini, terus menerus diserahkan kepada maut karena Yesus, supaya juga hidup Yesus menjadi nyata di dalam tubuh kami yang fana ini”

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 51; Markus 1; Yesaya 53-54

Suatu kali seorang gembala gereja mendekati salah satu jemaatnya yang diketahui sangat setia selama ini beribadah di tempat gembala ini menjalankan pelayanannya. Dalam suasana yang santai, keduanya pun bercakap-cakap. Setelah merasa suasana sudah mencair, gembala ini pun menyatakan maksud sebenarnya kepada jemaatnya ini, yakni meminta kesediaan jemaatnya ini untuk menjadi pelayan di gereja tersebut. Dengan wajah yang tetap sumringah, jemaat ini menyatakan penolakan ajakan gembalanya. “Jangan saya pak pendeta, teman saya saja yang juga setia disini yang pak pendeta untuk jadi pelayan. Dia lebih mempunyai ketrampilan daripada saya. Saya sudah senang kok jadi jemaat biasa saja.”

Dalam kehidupan gereja saat ini kita kerap mendengar jawaban-jawaban seperti salah seorang jemaat diatas. Dibungkus alasan perasaan tidak layak atau kurang pandai, mereka menolak ajakan untuk menjadi pelayan-pelayan Tuhan diatas muka bumi ini. Padahal, bila kita melihat lebih jauh lagi, yang mengajak seseorang untuk menjadi pelayan Tuhan adalah bukanlah manusia semata, tetapi Sang Pemilik pelayanan itu sendiri, yaitu Allah sendiri.

Musa pernah melakukan hal ini saat Dia dipanggil Tuhan untuk memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir. Dengan alasan kurang cakap berbicara, ia menolak undangan Tuhan. Namun, bersyukur karena kita memiliki Allah yang tidak cepat putus asa dan sebagaimana yang kita tahu Musa akhirnya menyerahkan dirinya untuk mengikuti perintah Tuhan.

Setiap kita saat ini memiliki pilihan, apakah mau menyerahkan diri untuk menjadi hamba Tuhan di muka bumi ini atau tidak? Hamba Tuhan bukanlah hanya orang yang pelayanan di dalam sebuah gedung gereja, tetapi dimana kita saat ini berada itulah ladang pelayanan yang Tuhan serahkan untuk kita kerjakan. Terimalah undangan ini karena menjadi pelayan Tuhan adalah anugerah yang tidak semua orang dapat menerimanya.

Tuhan tidak pernah salah mengundang orang untuk menjadi pelayan-Nya di atas muka bumi ini.

Advertisements

Saya percaya jika Anda memiliki anak-anak, maka terlepas dari karir yang sedang Anda jalani, atau bagaimana aspirasi pelayanan Anda maupun aktivitas yang sedang Anda kerjakan, salah satu panggilan terpenting dalam kehidupan Anda adalah menjadi orangtua yang takut akan Tuhan. Ini merupakan hal yang sangat penting dan menjadi panggilan tertinggi bagi Anda selaku orangtua.

Orangtua tidak hanya berperan mengasuh anak-anak mereka agar mandiri dan menjadi orang dewasa yang berfungsi dengan baik, tapi juga untuk memberikan kepada mereka warisan rohani. Ketakutan terbesar saya adalah bahwa para orangtua tidak menginvestasikan waktu dan usaha yang cukup untuk meninggalkan warisan rohani bagi anak-anak mereka. Baik dalam hal baik atau buruk – Anda, sebagai orangtua – adalah teladan iman bagi anak-anak Anda.

Rata-rata orangtua tidak mengambil peran proaktif dalam membangun kehidupan rohani anak-anak mereka. Kita dapat menghabiskan ribuan dolar dan ratusan jam untuk melakukan hal lain seperti liburan, rencana bisnis, dan perbaikan rumah. Tapi ketika menyangkut hal-hal rohani, kita terlalu sering membiarkan keadaan dan kesempatan yang ada untuk mempengaruhi bagaimana kita mengelola kehidupan keluarga kita terutama panggilan kita sebagai orangtua.

Mazmur 127:1
Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya;

Itulah salah satu nasehat terbesar dari Mazmur yang terdapat di dalam Perjanjian Lama. Hal ini sangat jelas tertulis di dalam Alkitab (lihat Ulangan 6:6-7) bahwa peran utama orangtua adalah melatih anak-anak tidak hanya untuk setia dalam hubungan pribadi mereka dengan Allah, namun juga mengembangkan hidup mereka di dalam iman kepada Tuhan sebagai hal yang sangat penting.

Saya benar-benar bersyukur akan pengaruh yang dimiliki oleh pelayanan khusus bagi anak-anak muda – karena memberikan pengaruh dan memotivasi kehidupan rohani dari anak-anak kita. Namun, masih terlalu banyak orangtua yang mengharapkan gereja untuk menanamkan nilai-nilai rohani yang dibutuhkan oleh anak-anak kita. Kebanyakan orangtua kesulitan memberikan waktu untuk secara proaktif membantu anak-anak mereka bertumbuh secara rohani karena para orangtua sendiri tidak memiliki teladan rohani yang memadai ketika mereka bertumbuh dewasa.

Kerohanian anak-anak Anda sangat tergantung dari teladan yang Anda perlihatkan di rumah. Untuk memenuhi panggilan tertinggi Anda sebagai orangtua, Anda harus mengatur langkah hidup Anda! Jika Anda rindu anak-anak Anda memiliki kehidupan rohani yang nyata, maka mereka perlu melihat iman yang otentik dalam kehidupan Anda. Tak seorangpun mengharapkan kesempurnaan, tapi meminta anak Anda untuk ‘melakukan apa yang Anda katakan dan bukan apa yang Anda lakukan’ merupakan sikap yang cenderung tidak akan menghasilkan gaya hidup Kristen dalam kehidupan anak remaja Anda juga. Anak-anak memiliki detektor ‘kemunafikan’ yang sangat tinggi – jadi jauh lebih baik untuk hidup dengan iman yang otentik di hadapan anak-anak Anda – dan bagaimana Anda mengikut Kristus baik dalam menghadapi pergumulan dan kegagalan di sepanjang perjalanan hidup Anda – merupakan contoh kehidupan kekristenan yang nyata di dunia ini.

Hari-hari ini, ada angin segar yang dapat mengilhami para orangtua untuk berperan aktif, peran yang memang diperuntukkan untuk memelihara iman dari anak-anak mereka. Jadilah bagian dari apa yang Roh Kudus sedang kerjakan di area ini! Penuhi panggilan Anda sebagai orangtua! Jangan lewatkan satupun warisan terbesar yang dapat Anda berikan kepada anak-anak Anda: sebuah kehidupan yang mendemonstrasikan gairah untuk mengejar Allah dan mengasihi-Nya. Anda akan selalu diingatkan, didorong dan ditantang: Proses ini dimulai dari Anda!

Source : cbn.com